Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

THM Tutup, PSK ke Emperan Toko
di Update oleh ronalyw  
Sabtu, 13 Juli 2013 06:00

thmMAKASSAR, BKM -- Kebijakan pemerintah kota menutup tempat hiburan malam sepanjang bulan Ramadhan, tidak menghentikan aktivitas pada pekerja seks komersial (PSK) di Makassar. Dinas Sosial Kota Makassar mengonfirmasi, puluhan PSK kini berpindah operasi ke jalan-jalan dan emperan toko pada tengah malam.

"Penanganan anak jalanan, gepeng praktis lebih mudah. Sebelum Ramadhan mereka sudah ditertibkan. Tapi PSK masih ada beberapa jalan yang menjadi tempat operasi mereka seperti Jalan Veteran, Jalan Sungai Saddang, Jalan Sudirman, seputaran Topaz Panakkukang, depan Lapangan Hasanuddin dan Jalan Monginsidi," jelas Kepala Dinas Sosial Makassar Norma Bakir, dua hari lalu.
Sampai saat ini yang berhasil dirazia oleh Dinsos kata Norma, masing-masing gelandangan 3 orang serta anak jalanan 7 orang.
"PSK ada 11 orang yang kita jaring dari beberapa titik. Mereka langsung kita bawa ke Balai Sosial Rehabilitasi Mattirodeceng," jelasnya.
Fenomena ini sebenarnya bukan pemandangan baru. Hampir setiap bulan Ramadhan, aktivitas para PSK di jalan-jalan dan emperan toko, berkembang cukup tinggi. Setiap tahunnya, terdapat peningkatan populasi PSK hingga di atas 30 persen.
Saat tempat-tempat hiburan yang 90 persen dijadikan objek mangkal, ditutup sebulan penuh, PSK berpindah ke jalan-jalan. Diantaranya di Jalan Sungai Saddang dan Monginsidi, antara pukul 23.00 hingga dini hari, beroperasi belasan PSK.
Mereka diduga para pramuria yang bekerja di tempat-tempat hiburan yang terdapat di Jalan Nusantara.
Norma Bakir membenarkan bahwa adanya aktivitas PSK yang cukup tinggi di jalan-jalan raya selama Ramadhan. Menurutnya, ini karena THM tempat mereka mencari uang, tutup selama Ramadhan, sehingga mereka beralih ke jalan-jalan dan emperan toko.
"Selama bulan puasa setiap siang dan malam kami adakan penertiban, mengantisipasi adanya tempat-tempat mangkal PSK yang tertutup dengan kain tapi ternyata melakukan aktivitas di dalamnya. Kami akan pantau terus termasuk salon wes-wes," ujar Norma.
Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Kota Makassar Mas'ud S, menambahkan, operasi terhadap PSK dan gelandangan akan terus dilanjutkan selama Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri. Pihaknya telah menyiapkan tim yang nantinya akan turun secara rutin memantau titik-titik operasional PSK.
Selain itu, juga akan dilakukan penertiban terhadap kelompok-kelompok pengamen.
"Ke depan, kita akan aktifkan kembali posko-posko. Kita akan evaluasi agar bisa efektif kembali," katanya.
Khusus untuk PSK yang terjaring nanti kata dia, akan diberikan bekal keterampilan seperti salon kecantikan dan menjahit. Setelah keluar dari penampungan, Dinsos akan memfasilitas agar mereka bisa membuka usaha mandiri.
"Setiap bulan kita akan tinjau perkembangan usahanya jalan atau tidak," jelasnya.

Dewan minta Satpol PP tegas

Anggota DPRD Makassar meminta satuan polisi pamong praja terlibat aktif dalam penertiban PSK sepanjang Ramadhan. Dewan mengaku prihatin karena perpindahan tempat operasi PSK ke jalan-jalan raya, justru akan berdampak sangat buruk bagi kehidupan sosial masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD Makassar Hamzah Hamid mengatakan, ini adalah fenomena yang harus diwaspadai, karena bisa berkembang dan menimbulkan efek buruk di masyarakat. Ia menyebut, satpol PP bertanggung jawab dalam hal ini.
"Kalau sudah terjadi hal seperti itu, satpol PP harus donk menindak tegas," ujarnya.
Selanjutnya Hamzah mengatakan, sebaiknya pemkot memperhatikan juga daerah sekitarnya. Jangan hanya menutup THM dan membiarkan para pekerja seks komersial berkeliaran di jalanan.
"Pembiaran menandakan semakin rusaknya kota kita. Ini sangat disayangkan, saya kira ini menjadi PR pemkot untuk segera menuntaskan hal tersebut," kata Hamzah.
Sementara anggota Komisi D lainnya, Rahman SE, berpendapat, menutup aktivitas maksiat di bulan Ramadhan, sebenarnya bukan hanya fokus pada tempatnya, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menutup lingkungan tersebut.
"Satpol PP yang harus mensterilkan lingkungan yang seperti ini," lanjutnya
Selanjutnya Sekretaris DPC Partai Bulan Bintang ini mengatakan, seharusnya pemkot juga memerhatikan lokasi tempat prostitusi tersebut.
"Kalau mereka tetap dibiarkan melakukan di jalanan, itu sama saja. Justru lebih merusak citra kota Makassar, ya lebih baik dibuka saja tempatnya," tutupnya.
Itu pilihan bagi pemkot, mau menutupnya secara total dan benar-benar membersihkan kota dari aktivitas maksiat, atau hanya menutup tempat, sementara aktivitasnya tetap ada, dan berpindah ke jalanan. (m9-nik/sya/B)



 

 THM Tutup, PSK ke Emperan Toko
Terkait :

Pimred Kompas.com Tutup Usia

JAKARTA - Dunia jurnalis tengah dilanda duka. Seorang jurnalis kawakan Taufik Hidayat Mihardja meninggal dunia kemarin pagi (27/08).Taufik diduga meninggal akibat serangan jantung. Namun, hingga kini masih belum ada pernyataan resmi dari pihak kelu

Read more

Reaktor Nuklir Busan Ditutup Gara-Gara Banjir Bandang

BUSAN - Hujan lebat memicu banjir yang menyapu wilayah Busan, Changwon dan sejumlah wilayah di bagian selatan Korea Selatan pada Senin (25/8). Kejadian tersebut membuat reaktor nuklir di Busan terpaksa menghentikan operasinya. Sejak mulai beroperasi

Read more

FIA Tutup Kasus Tabrakan Rosberg-Hamilton di Belgia

SPA - Federation Internationale de lAutomobile (FIA) tidak mempunyai rencana untuk membuka penyelidikan atas tabrakan duo Mercedes Nico Rosberg dan Lewis Hamilton dalam Grand Prix Belgia, di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu (24/8). Buntut dari insid

Read more

Kejagung Ingatkan LPSK tak Diskriminatif

JAKARTA - Kejaksaan Agung mengingatkan agar Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban tidak boleh hanya menerima pengajuan permohonan dari orang tertentu saja.Menurut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Andhi Nirwanto, semua permintaan tertu

Read more
 

Comments are now closed for this entry

Banner