Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Ponakan dan Keluarga Dekat Supomo Dicopot
di Update oleh ronalyw  
Selasa, 09 Juli 2013 06:00
Indeks Artikel
Ponakan dan Keluarga Dekat Supomo Dicopot
Seluruh halaman

Makassar Ilham Arief Sirajuddin, pada Senin (8/7), dua diantaranya adalah keluarga dekat Wakil Walikota Supomo Guntur. Keduanya adalah Lurah Untia, Rahmat dan Lurah Batua, Ilyas.

Rahmat adalah keponakan dari Supomo sedang Ilyas yang telah tujuh tahun menjabat lurah di Batua dikenal sebagai keluarga dekat calon walikota dari Partai Golkar itu.
Rahmat yang baru dua bulan menjabat lurah Untia dimutasi menjadi Kepala Seksi Teknik Pos dan Telekomunikasi pada Dinas Infokom Kota Makassar, sedang Ilyas ditempatkan Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Ujung Pandang.
Selain keduanya, empat lurah lainnya yang digeser kemarin, juga sama-sama baru menjabat lurah sekitar dua bulan. Mereka antara lain Hasniwati Hafid (Lurah Mariso), Baharuddin R (Lurah Ende), Saifuddin Sijaya (Lurah Karuwisi Utara)
dan A Rahmatiah (Lurah Maradekaya).
Sementara itu, 14 lurah yang dilantik antara lain, Mansyur (Lurah Bangkala), Husaini Salam (Lurah Baji Mappakasunggu), Ayyub Salahuddin (Lurah Karunrung), Lyliani Sunarno (Lurah Balla Parang), Abdul Haris (Lurah Banta-bantaeng), Nurdado (Lurah Mariso), Daud AP (Lurah Bontorannu), Nasrun (Lurah Sambung Jawa), Amrul Djasmin (Lurah Ende), A Patiroi (Lurah Untia), Arman (Lurah Karuwisi Utara), Indra Saputra (Lurah Maradekaya), Andi Supriadi (Lurah Karampuang) dan Jufri (Lurah Batua).
Pelantikan para lurah ini tidak dihadiri Walikota Ilham Arief Sirajuddin dan Wawali Supomo Guntur. Ilham dikabarkan telah berada di Mekkah melaksanakan umrah, sementara Supomo Guntur tidak diketahui berada di mana.
Pelantikan dipimpin Sekretaris Kota Makassar Agar Jaya. Selain lurah, turut pula dilantik kepala sekolah dan sejumlah pejabat eselon IV lainnya. T
Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan Sittiara, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ibrahim Saleh, Asisten III Bidang Aset dan Keuangan Burhanuddin dan Asisten IV Bidang Administrasi dan Pembangunan Ruslan Abu.
Mutasi ini terbilang mendadak. Mutasi terakhir terhadap puluhan lurah dan 10 camat dilakukan pada April lalu.
Tak heran, mutasi kali ini menuai reaksi dari banyak kalangan di parlemen.
Anggota DPRD Kota Makassar Busranuddin Baso Tika menilai mutasi yang dilakukan Pemkot Makassar sarat dengan kepentingan politik, "Sebab ada dugaan lurah yang dicopot tidak mendukung langkah Ilham yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel dalam mendukung salah satu calon walikota pada pilwalkot Makassar," kata Busranuddin.
Menurutnya, apa yang dilakukan Ilham telah mencederai proses pemerintahan di Kota Makassar.
"Walaupun mutasi adalah hak prerogatif walikota, tapi mestinya dilakukan terukur, tidak asal copot," ujarnya.
Kritikan yang sama juga dilontarkan anggota DPRD Kota Makassar Hamzah Hamid. Hamzah mengatakan, "Kok ada mutasi di masa genting seperti ini, kalau mengenai lurah ya, mungkin tidak terlalu bermasalah kalau mengenai kepala sekolah kami di sini sangat menyesalkannya dan menyayangkannya, sekarang ini masa-masa penerimaan siswa baru kok tiba-tiba ada mutasi seperti ini," ujarnya.
Menurut Hamzah, wajar jika muncul dugaan adanya dendam politik antara Ilham dengan Supomo. Faktanya adalah keponakan Supomo yang baru dua bulan lalu dimutasi, kini dimutasi lagi.
"Inikan jadi tanda tanya. Ini indikasi apa?," ketusnya.
Sehari sebelumnya, Muhammad Hanif, pemerhati pemerintahan, menilai mutasi yang dilakukan Ilham ibarat dua mata pisau. Satu karena alasan politis, dan kedua karena alasan kinerja.
"Masing-masing bisa subjektif, tapi ya bisa juga objektif," ujarnya.
Ia menjelaskan, kalau alasannya politis, bisa diterima sepanjang dilakukan untuk membersihkan PNS yang terlibat dalam politisasi birokrasi. Karena menurut Hanif, sekarang ini banyak sekali pejabat pemkot yang secara terbuka turut larut dalam politik praktis.
"Kalau dipangkas ya saya kira itu benar. Karena kalau dibiarkan bisa merusak yang lain, utamanya bawahannya," kata Hanif.
Yang kedua kalau alasannya karena kinerja yang menurun, tentu itu juga bisa dibenarkan. Walikota kata Hanif, memiliki ukuran yang jelas tentang kinerja bawahannya.
"Sebagian orang mungkin menganggap itu subjektif, tapi kan walikota punya farameter tersendiri," paparnya.
Menurut penilaian Hanif, alasan mutasi kali ini tidak bisa dilepaskan dari sisi politis. Momentum yang membuatnya harus dikait-kaitkan dengan hal itu.
(nik-war/sya/B)

 


Lima Lurah Dicopot:

-Rahmat mantan Lurah Untia
-Hasniwati Hafid mantan Lurah Mariso
-Baharuddin R mantan Lurah Ende
-Saifuddin Sijaya mantan Lurah Karuwisi Utara
-A Rahmatiah mantan Lurah Maradekaya

14 Lurah yang Dilantik:

-Mansyur Lurah Bangkala
-Husaini Salam Lurah Baji Mappakasunggu
-Ayyub Salahuddin Lurah Karunrung
-Lyliani Sunarno Lurah Balla Parang
-Abdul Haris Lurah Banta-bantaeng
-Nurdado Lurah Mariso
-Daud AP Lurah Bontorannu
-Nasrun Lurah Sambung Jawa
-Amrul Djasmin Lurah Ende
-A.Patiroi Lurah Untia
-Arman Lurah Karuwisi Utara
-Indra Saputra Lurah Maradekaya
-Andi Supriadi Lurah Karampuang
-Jufri Lurah Batua



 

Comments are now closed for this entry

Banner