Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Putusan Ilham Final, 9 Camat, 71 Lurah Digeser
di Update oleh ronalyw  
Rabu, 24 April 2013 06:00
pada keputusan final. Setelah tarik ulur selama beberapa pekan, Ilham memastikan mutasi besar-besaran dengan menggeser 9 camat dan 71 lurah dari posisinya.
"9 Camat diganti dan 50 persen lurah dievaluasi untuk diganti. Mereka ada yang dirolling dan ada juga yang akan ditempatkan di struktur dinas," jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Makassar Kasim Wahab, Selasa (23/4).
Inilah mutasi terbesar yang pernah dilakukan Ilham sejak dua periode menjabat walikota. Mutasi ini direncanakan tiga gelombang.
Setelah kepala sekolah, dua pekan lalu, hari ini giliran camat dan lurah. Dalam beberapa pekan ke depan, mutasi akan dilakukan di jajaran kepala badan, dinas dan kantor.
Mutasi besar pernah dilakukan Ilham di awal kepemimpinannya bersama Wakil Walikota Andi Herry Iskandar. Namun, khusus untuk jabatan camat dan lurah, inilah pergeseran paling mencolok.
Tak heran, kalau mutasi ini menimbulkan banyak spekulasi. Dua hari menjelang mutasi pejabat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar mengklaim belum mendapatkan nama-nama pejabat baru yang dipersiapkan menduduki sejumlah posisi.
Nama yang disodorkan ke meja walikota, masih menunggu hasil akhir, yang baru akan dikeluarkan Selasa kemarin. Selasa siang, nama-nama itu telah dikantongi Kepala BKD.
Pelantikan dijadwalkan berlangsung Rabu hari ini di Ruang Pola Kantor Walikota Makassar.
Diakui Kasim, mutasi ini tak lepas dari capaian kinerja sejumlah camat yang dianggap buruk. Beberapa camat dan lurah juga dituding terlibat dalam politik praktis dengan terang-terangan mendukung salah satu bakal calon walikota yang akan bertarung di pilwali mendatang.
Alasan inilah, mutasi yang rencananya dilakukan sejak Maret lalu, ditunda hingga April. Kabarnya, Ilham menerima banyak informasi, soal gerakan "terselubung" sejumlah pejabat yang tidak loyal pada perintahnya.
"Yang paling banyak dilaporkan itu camat dan lurah. Nama-namanya juga sudah dikantongi Pak Wali. Itu-itulah yang mau digeser," ujar sumber BKM di balaikota.
Menanggapi hal ini Kasim Wahab, kembali menegaskan sikapnya untuk tidak berpolemik terlalu jauh. Menurutnya, ini sudah keputusan final. Apapun pertimbangan walikota, semua pihak harus bisa menerimanya.
"Saya kira Pak Wali sangat terukur dalam mutasi. Tidak mungkin menggeser pejabat yang kinerjanya bagus," katanya.
Sebaliknya, walikota juga tidak mau ambil risiko terus mempertahankan orang-orang yang tidak bisa menunjukkan loyalitas pada pemerintahan. "Pemerintahan bisa pincang. Ini yang harus diselamatkan," kata Kasim.
Pertimbangan mutasi, tambah Kasim, disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kinerja pelayanan di masyarakat, laporan publik tentang pungutan liar (pungli), minimnya partisipasi mengikuti kegiatan publik diwilayahnya dan laporan lainnya.
Sebagian dari mereka akan berpindah ke struktur dinas.
Mantan Kabag Humas ini mengatakan, lurah yang dimutasi mencapai 50 persen dari total lurah di Makassar. Sementara untuk posisi camat dipastikan sebanyak 9 camat.
"Ini menunjukkan sudah begitu banyak camat dan lurah yang tidak efektif bekerja. Jadi wajar kalau penyegaran dilakukan," sambung Kasim.
Sayang, Kasim menolak menyebutkan 9 nama camat yang masuk dalam gerbong mutasi kali ini. Dia menilai tidak etis menyebutkan nama sebelum pelaksanaan mutasi berlangsung.
Meski begitu Kasim memberikan gambaran camat yang mendapat pergeseran adalah mereka yang selama ini menuai persoalan di masyarakat.
"Saya belum bisa menyebut namanya dinda. Yang jelas mereka memiliki masalah terkait pelayanan di masyarakat," akunya.
Pelaksanaan mutasi sekaligus pelantikan pejabat baru untuk posisi lurah dan camat juga mengikutkan pelantikan posisi dewan pengawas perusahaan daerah (Perusda).
Kasim mengatakan, ada sejumlah dewan pengawas di beberapa perusda pemkot yang akan dilantik. (ril/sya/C)

 

Putusan Ilham Final, 9 Camat, 71 Lurah Digeser
Terkait :

Apapun Putusan MK, Pendukung Capres Harus Legawa

JAKARTA - Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro menilai proses penanganan sengketa pemilu presiden (pilpres) 2014 yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) akan memberi kepastian hukum bagi presiden terpilih untuk periode 2014-2019. Untuk itu para penduku

Read more

Polisi Berhasil Bekuk "Pak Lurah"

MAKASSAR, BKM-- Kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polsek Rappocini akhirnya berhasil mengungkap dan membekuk Rudi alias Pak Lurah (34 tahun) tersangka kasus pembunuhan di Jalan  Monumen Emmy Saelan, Jumat (25/7) yang menewaskan sahabatnya send

Read more

Komitmen Pemkot Pelayanan Tingkat Kelurahan Harus Didukun

MAKASSAR, BKM -- Komitmen Pemkot Makassar dalam merevitalisasi sistem pelayanan di tingkat kelurahan mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Pasalnya, kelurahan merupakan wajah pemerintahan yang sebenarnya.Andi Endr

Read more

Tevez Ogah Ikuti Keputusan Conte

TURIN - Keputusan Antonio Conte hengkang dari Juventus tampaknya tak akan berpengaruh pada nasib pemain. Pasalnya, para pemain Juventus ternyata enggan mengikuti jejak Conte.Setidaknya, hal itulah yang ditunjukkan penyerang bengal Carlos Tevez. Bom

Read more
 

Comments are now closed for this entry

Banner