Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Ilham Tak Gubris Idris Patarai
di Update oleh ronalyw  
Selasa, 01 Oktober 2013 06:00
PASANG SURUT ILHAM-IDRIS

-Mulai dibaluri perseteruan sejak Idris menolak dimutasi dari Kepala Bappeda ke BPN.
-Karena mutasi itu dianggap bermuatan politis, Idris mengundurkan diri.
-Akhirnya ia ditempatkan sebagai staf di Asisten III. Namun sejak itu, Idris tak pernah lagi aktif berkantor.
-Berselang tidak lama, Idris tiba-tiba dikabarkan telah merapat ke kubu Syahrul Yasin Limpo, bertepatan di saat menjelang pemilihan gubernur Sulsel, di mana saat itu Ilham menjadi rival Syahrul.
-Di beberapa kesempatan, Idris kemudian tampil kontroversial. Ia banyak diplot mengumbar kritik terhadap kinerja Ilham.
-Status Idris sebagai staf balaikota kemudian "digantung" Ilham.
-Berulang kali ia mengajukan surat untuk pindah ke pemprov, namun Ilham menolak memberi rekomendasi.
-Hingga memutuskan maju di pilwali mendampingi Rusdin Abdullah, statusnya sebagai staf balaikota tak berubah.

-Ingin Comeback
-Supomo Juga Sudah Masuk Kantor, Diminta Lupakan Pilwali dan Fokus Urus Rakyat

MAKASSAR, BKM -- Ada pemandangan menarik saat mantan calon Wakil Walikota Makassar Idris Patarai, tiba-tiba hadir di Balaikota, Senin (30/9). Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar ini hadir untuk menemui Walikota Ilham Arief Sirajuddin guna menyampaikan keinginannya untuk kembali (comeback) menekuni karier sebagai birokrat.

Idris yang datang sekitar pukul 11.00 Wita duduk di ruang tunggu walikota berbaur dengan tamu lainnya. Sayangnya, selama hampir dua jam menunggu giliran, ia tak kunjung dipanggil menghadap.
Mengenakan baju putih, pria yang pernah menolak dimutasi ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) ini tampak lebih banyak termenung. Para staf walikota, juga tak begitu menggubris kehadirannya.
Beberapa tamu yang datang belakangan bahkan telah mendapat giliran menemui walikota.
Hingga waktu shalat Zuhur masuk, Idris tetap tak mendapat kesempatan menemui llham. Bahkan, saat hendak menunaikan shalat di mesjid Balaikota, keduanya tidak saling sapa, meski duduk di saf yang berdekatan.
Usai shalat, Ilham langsung menuju ruang kerjanya. Idris sendiri tampak tak berusaha mencegat atasannya itu.
Hubungan Idris dengan Ilham dibaluri banyak perseteruan. Mereka mulai tidak harmonis sejak Idris menolak dimutasi dari Kepala Bappeda ke BPN.
Karena mutasi itu dianggap bermuatan politis, Idris mengundurkan diri.
Akhirnya ia ditempatkan sebagai staf di Asisten III. Namun sejak itu, Idris tak pernah lagi aktif berkantor.
Berselang tidak lama, Idris tiba-tiba dikabarkan telah merapat ke kubu Syahrul Yasin Limpo, bertepatan di saat menjelang pemilihan gubernur Sulsel, di mana saat itu Ilham menjadi rival Syahrul.
Di beberapa kesempatan, Idris kemudian tampil kontroversial. Ia banyak diplot mengumbar kritik terhadap kinerja Ilham.
Terakhir, salah satu konseptor Makassar Kota Dunia ini, dihajar kelompok simpatisan Ilham di sebuah diskusi, ketika tampil sebagai narasumber. Idris dinilai terlalu frontal mengkritik pemerintahan Ilham.
Status Idris sebagai staf balaikota kemudian "digantung" Ilham. Berulang kali ia mengajukan surat untuk pindah ke pemprov, namun Ilham menolak memberi rekomendasi.
Hingga ia memutuskan maju di pilwali mendampingi Rusdin Abdullah, statusnya sebagai staf balaikota tak berubah.
Menjelang pilgub, Idris bukan satu-satunya pejabat balaikota yang "membelok" meninggalkan Ilham. Mantan Asisten IV Bidang Administrasi dan Kepegawaian Apiaty Kamaluddin juga secara terbuka menyatakan dukungan kepada SYL saat itu.
Apiaty akhirnya dicopot dari jabatannya dan berstatus sebagai staf biasa hingga memasuki masa pensiun. Apiaty juga turut bertarung di pilwali berpasangan dengan Zulkifli Gani Ottoh.
Ditemui Berita Kota usai shalat Zuhur, Idris mengaku, pascapilwali ini ia berniat kembali menekuni karier sebagai pegawai negeri sipil. Menurutnya, kehadirannya di balaikota bermaksud menemui walikota untuk melapor.
"Saya mau kembali menekuni karier sebagai PNS. Karena saya dari lingkup Pemkot Makassar, maka saya kembali ke pemkot," ujar Idris.
Selain itu, kata dia, saat ini ia tengah sibuk mengurus untuk bisa mengajar di beberapa perguruan tinggi.
"Dari awal kan saya sudah mengabdikan diri di dunia akademik, sehingga saya juga mau mengajar. Apakah di Kopertis atau di mana," jelasnya.
Menyikapi kehadiran mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Ilham hanya menanggapi santai.
Walikota dua periode ini mengatakan, dia sangat terbuka menerima siapa saja yang datang ingin menemuinya.
"Saya  orang yang sangat welcome biar saya pernah dicaci maki. Memang itu merupakan konsekuensi jabatan. Kalau datang saya mau bilang apa,"  ketus Ilham dengan nada sindiran.
Ilham sempat mempertanyakan tempat kerja Idris.
"Masih pegawai ji kah Pak Idris? Kalau pegawai pasti ada kantornya, dan pasti sering masuk. Tapi kalau nda pernah masuk, masih bisa ji dibilang pegawai?" sindirnya lagi.
Menurutnya, seorang PNS seharusnya adalah abdi masyarakat. Dia harus siap ditempatkan di mana saja dan siapa bekerja dalam kondisi apapun.
Namun, ia sangat menyayangkan Idris yang justru banyak mengumbar kritik yang tidak konstruktif terhadap kinerja pemerintah kota. Padahal, ia adalah bagian dari pemerintahan itu sendiri, sebutnya.
"Saya jujur tidak nyangka dia (Idris) begitu. Saya kenal Idris sebelum menjabat walikota, dia saudara saya termasuk siapapun saudara saya yang sempat mencaci maki saya," tandasnya.
Ditanya soal peluang Idris untuk kembali mengabdi di balaikota, Ilham mengaku terbuka untuk itu. Tetapi menurutnya, Idris harus introspeksi diri.
Apa yang telah dilakukannya selama ini kata dia, adalah kekeliruan besar.
"Bukan saja pada saya, tapi pada masyarakat Makassar," katanya.
Ilham banyak berjasa membesarkan Idris. Sebelum Ilham menjadi walikota tahun 2004, Idris bukanlah siapa-siapa.
Namun, setahun setelah menjabat, Ilham mengangkat Idris sebagai salah satu orang kepercayaannya. Ia diberi banyak mandat untuk mengonsep program-program kerja pemkot.
Yang paling mengejutkan, Idris melejit menjadi Kepala Bappeda. Sebelumnya ia juga menjabat Kepala Bagian Ortala serta

Supomo Masuk Kantor

Wakil Walikota Makassar Supomo Guntur, juga terlihat masuk kantor dan mengisi ruang kerjanya seperti hari-hari sebelumnya, kemarin. Meski hanya beberapa jam, Supomo menyempatkan mengutak-atik beberapa berkas administrasi yang berada di meja kerjanya.
Salah seorang stafnya mengatakan, Supomo sempat datang dan masuk di ruang kerjanya setelah itu keluar kembali meninggalkan kantor.
"Sebentar ji tadi. Dia sempatji buka-buka berkas di mejanya, tapi pergi lagi," ujar stafnya.
Mendengar Supomo sudah masuk kantor, Ilham mengucapkan rasa syukur.
"Alhamdulillah kalau seperti itu. Pilwali sudah selesai, mari kita bersama-sama 8 bulan melanjutkan pembangunan Kota Makassar," ujar Ilham.
Ilham mengajak Supomo untuk melupakan semuanya. Menurutnya, perhelatan politik telah menguras energi, dan saatnya sekarang menanggalkan semua agar fokus pada tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan rakyat.
"Termasuk saja ajak memberi supor kepada walikota terpilih Danny Pomanto. Supomo kenal Pak Danny dan tahu kemampuan serta kapasitasnya," kata Ilham. (war/sya)

 Ilham Tak Gubris Idris Patarai
Terkait :

Milan tak Pernah Rindukan Balotelli

MILAN- Kepindahan Mario Balotelli ke Liverpool ternyata tak disesali para penggawa AC Milan. Alih-alih sedih, para pemain Milan ternyata bersikap biasa saja setelah kehilangan bomber berjuluk Super Mario itu.Kebetulan, Milan tampil garang ketika me

Read more

Belum Fit 100 Persen, Ibra Langsung Cetak Hat-Trick

PARIS - Zlatan Ibrahimovic menjadi bintang utama ketika Paris Saint Germain menekuk Saint Etienne dengan skor telak 5-0 pada pekan keempat Ligue 1 di Parc des Princes, Senin (1/9) dini hari WIB.Dalam laga itu, Ibrahimovic sanggup mencetak hat-trick

Read more

Mantan Istri Beraksi Berbaju PNS Bandung, Andhika Mengaku tak Tahu

Blogger penyebar foto mesum sudah ditangkap polisi. Dianggap mencemarkan nama baik Pemkot Bandung.Foto-foto mesum layaknya adegan video porno berjudul PNS Cantik Kota Bandung Mesum membawa nama mantan istri Andhika, eks personel Peterpan, sekarang

Read more

Hakim tak Cabut Hak Politik Ratu Atut

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tidak jadi mencabut hak politik dari terdakwa Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Chosiyah. Sebelumnya permintaan pencabutan hak politik itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum KPK dalam tuntutannya

Read more
 

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner