Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Sehari, 8 Kubik Sampah tak Terangkut
di Update oleh ronalyw  
Senin, 07 Oktober 2013 06:00

BULUKUMBA, BKM -- Keberhasilan Kabupaten Bulukumba meraih Piala Adipura terus menuai kontroversi di tengah masyarakat. Selain karena masih seringnya dijumpai sampah berserakan, juga kotoran ternak di sejumlah ruas jalan.
Muh Yahya, salah seorang tokoh masyarakat di daerah ini bahkan mempertanyakan prestasi Bulukumba yang meraih Piala Adipura. Alasannya, sampah masih sering ditemukan berserakan dalam kota.
Dia kemudian menyodorkan bukti. Minggu pagi kemarin, dia melihat sampah berserahakn di saluran drainase yang ada di depan kantor Dinas Kesehatan, atau persis di belakang tribun Lapangan Pemuda. “Anda lihat sendiri kan, itu sampah berserakan dalam selokan. Artinya kota Bulukumba belum bersih. Selain di selokan, di jalan juga masih banyak sampah berserakan,’’ cetusnya.
Selain sampah, hewan ternak seperti sapi juga masih sering ditemui berkeliaran di dalam kota. Persoalan ini terus muncul karena aparat sulit melakukan penertiban. Apalagi sebagian dari ternak yang berkeliaran itu milik aparat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, H Muh.Daud Kahal yang dimintai  tanggapannya terkait fenomena ini, berdalih bahwa penanganan sampah di Bulukumba tidak semudah yang dibayangkan. Menurut dia, berdasarkan data yang ada, setiap hari produksi sampah di kota Bulukumba mencapai 168 meter kubik. Belum termasuk sampah kegiatan insidentil yang tidak bisa diprediksi. Sementara kemampuan daya angkut armada kebersihan per hari hanya 160 kubik. Sehingga tunggakan sampah per hari mencapai 8 kubik.
Daud mengungkapkan, petugas tenaga kebersihan yang berjumlah 140 orang, hari kerjanya hanya Senin sampai Sabtu. Sehingga pada hari Minggu sampah memang tidak diangkut. Kalaupun petugas khusus yang 8 orang bekerja, sampah pada hari Minggu bisa diangkut. “Kami memang masih butuh tenaga kebesihan sekitar 50 orang lagi,’’ kata Daud sambil menanyakan dimana sampah yang berserakan di selokan.
Menyinggung soal Adipura, menurut mantan Kabag Humas ini, jika ada masyarakat yang mencibir terkait penanganan sampah dan Adipura, itu menjadikan pihaknya makin termotivasi untuk bekerja. “ Bulukumba berhasil meraih Adipura karena berdasarkan kriteria penilaian. Saat penilaian kami mampu meyakinkan penilai, sehingga Bulukumba berhasil meraih Adipura. Jika ada selintingan Adipura dibayar, saya tegaskan itu tidak benar. Karena kalau dibayar saya kira semua kabupaten bisa melakukannya,'' tegas Daud Kahal.
Bahkan Daud mengakui, selama ini masyarakat tidak membantu pemerintah dalam memelihara kebersihan. Buktinya, sampah milik masyarakat banyak yang dibuang tidak pada tempatnya. “Anda lihat sendiri kan, di setiap TPS sampah tidak dimasukkan di tempat yang telah disediakan,'' cetusnya membela diri.
Kemudian persoalan ternak, Daud mengakui, masyarakat Bulukumba sulit diatur. Buktinya, sudah beberapa kali dilakukan penertiban, tetapi ternak masih berkeliaran dalam kota. (edy/rus/c)

Sehari, 8 Kubik Sampah tak Terangkut
Terkait :

Rapper Ciptakan Lagu untuk Jokowi

JAKARTA - Setelah sukses merilis single lagu nasional Tanah Air dengan versi unik, kini rapper Crystal Opera kembali membuat gebrakan baru dalam karir musiknya. Crystal kini menulis lagu untuk calon presiden terpilih 2014, Joko Widodo.Ada satu lagu

Read more

Perawat RS Mogok Masal Karena Takut Tertular Ebola

MONROVIA - Wabah virus ebola mengguncang dunia, terutama di Afrika bagian barat. Lebih dari 1.500 orang meregang nyawa karena terinfeksi virus yang mulanya berasal dari hewan dan kini dengan mudah menular dari manusia ke manusia itu. Para pekerja di

Read more

PKS Protes Vonis Atut tak Sebanding Hukuman Luthfi

JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Aboebakar Alhabsy, menanggapi vonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, terhadap terdakwa dugaan suap terhadap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, yakni

Read more

KPU: Biaya Pelantikan Presiden-Wapres Tak Lebih Rp 16 Miliar

JAKARTA - Anggota DPR dan DPD RI terpilih periode 2014-2019 sudah akan memeroleh fasilitas negara sebelum dilantik. Paling tidak mulai ongkos hingga penginapan saat akan menghadiri pelantikan 1 Oktober mendatang.Yang harus dibiayai itu ongkos merek

Read more
 

Comments are now closed for this entry

Banner