Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Makassar Politik
Soal Desakan Munas Golkar Dipercepat
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 25 Juli 2014 00:48

MAKASSAR, BKM-- Permintaan dari kader termasuk mantan Ketua Umum DPP Golkar HM Yusuf Kalla untuk segera dilaksanakan musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar pada Oktober tahun ini mendapat tanggapan dari Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Menurut Syahrul, pelaksanaan munas Partai Golkar ada mekanisme dan aturannya. Partai Golkar adalah partai besar dan partai tertua yang telah terbiasa dengan dinamika seperti itu.
"Munas di Golkar itu ada aturannya. Golkar partai besar dan telah terbiasa dengan dinamika yang ada,"ujar gubernur dua periode ini.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Andi Yagkin Padjalangi juga mengungkapkan bila sesungguhnya periode kepengurusan DPP Partai Golkar memang berakhir pada 2014.
Hanya saja, karena pertimbangan pelaksanaan pileg dan pilpres maka pada forum Rapimnas lalu yang dihadiri seluruh pengurus dan DPD dari 33 provinsi disepakati bila munas di gelar pada tahun 2015 nanti.
Terpisah, Wakil Sekjen Bidang Organisasi DPP Partai Golkar syamsul Bachri menegaskan bila pelaksanaan munaslub atau munas dipercepat  semuanya tergantung dari suara 33 DPD I. Kalau mayoritas DPD I menginginkan kenapa tidak. DPP tentu akan menampung semua aspirasi yang ada.
Legislator Partai Golkar Sulsel, Ince Langke juga menegaskan  upaya munaslub atau munas dipercepat bisa saja diterima DPP. Apalagi sudah ada DPD I yang mendukung langkah tersebut.
"Kalau seperti ketua DPD I Golkar Sulsel mendukung munas dipercepat, itu bisa diikuti oleh DPD lain di Indonesia,"ujar mantan ketua DPRD Selayar ini.
Sebelumnya, wakil presiden (wapres) terpilih sekaligus mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK), menilai percepatan Musyawarah Nasional (Munas), Partai Golkar sesuatu hal yang mungkin saja terjadi.
Apalagi kata JK tahun 2009 Partai Golkar menggelar Munas dua bulan lebih awal, karena desakan banyak pihak.
"Karena saya pikir ini permintaan dari banyak orang, kita percepat saja munasnya," kata JK.(rif/b)

 
Idris dan Anwar Mengejar Restu Partai Golkar
di Update oleh ronalyw   
Kamis, 24 Juli 2014 04:57

BARRU, BKM-- Konstalasi politik di internal Golkar menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Barru bakal memanas.
Pasalnya, kader Partai Golkar akan bersaing dengan bakal calon dari eksternal untuk menjadi utusan  Partai Golkar di Pemilukada Barru yang digelar April 2015 mendatang.
Informasi yang diperoleh BKM, kandidat yang akan bersaing ketat mendapat restu dari DPP dan DPD Partai Golkar  Sulsel yakni Andi Idris Syukur dan Andi Anwar Aksa.
Bahkan tarik menarik kepentingan di DPP dan DPD diprediksi terjadi sebab Idris sebelumnya merupakan calon bupati yang diusung Partai Golkar pada Pemilukada 2010 lalu dan akhirnya terpilih. Sementara wakilnya Andi Anwar Aksa  yang saat ini menjabat  Ketua Harian DPD I Partai Golkar Barru juga disebut-sebut akan maju untuk posisi bakal calon bupati dan menaruh harapan politiknya ke partai yang dipimpinnya.
Kedekatan Andi Idris Syukur dengan Pimpinan DPD I Partai Golkar Sulsel yang dikenal sangat kental merupakan modal baginya. Belum lagi kekuatan Idris Syukur ada pada sejumlah ketua Parpol ditingkat DPC yang rata-rata dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kekerabatan dan kedekatan dengan Andi Idris. Sebut saja misalnya Ketua PKS DPC Barru, Andi Zulkifli Muis, merupakan adik ipar dari Andi Idris. Ketua PPP DPC Barru yang dipimpin Andi Wawo Mannojengi dan lolos sebagai legislator di DPRD. Begitu pula dengan Ketua DPC PAN Andi Januar Tobo adalah pendukung ketika Andi Idris maju di Pilkada 2010 lalu.
Modal politik Andi Anwar juga tidak bisa dianggap remeh, selain di Partai Golkar  Andi Anwar juga dukungan Partai Gerindra. Apalagi putra sulungnya, Andi Arqam Anwar lolos sebagai legislator melalui Partai Gerindra dan Ketua DPC Partai Gerindra, Andi Amin adalah kerabat dekat dari Andi Anwar.
Meski memiliki modal politik, keduanya masih harus mendapat restu dari DPP dan DPD.
Menyikapi pilkada di 11 daerah termasuk di Kabupaten Barru, Ketua DPD I Partai Golkar Syahrul Yasin Limpo mengaku belum ingin menanggapi terlalu jauh soal Pemilukada tersebut.
"Saya belum bisa berbicara banyak soalnya waktunya juga masih lama,"singkatnya kepada wartawan, kemarin.(udi-icsan/b)

 
Malkan Berpeluang Kendarai Partai Nasdem
di Update oleh ronalyw   
Kamis, 24 Juli 2014 04:57

SEMENTARA ITU, bakal calon bupati Barru Malkan Amin yang disebut-sebut akan maju di Pemilukada  untuk membalas kekalahannya ketika Pemilukada 2010 berpeluang mengendarai Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Disamping sebagai pengurus inti di DPP Partai Nasdem, Malkan juga masih memiliki kedekatan dengan sejumlah Pengurus Partai Golkar ditingkat DPP meski Malkan sudah meninggalkan Partai Golkar dan berlabuh di Partai Nasdem bersama Surya Paloh.
Sedangkan parpol lain yang meloloskan wakilnya di DPRD Barru pada periode ini, dinilai memiliki peran dalam tawar menawar menjadi kendaraan di Pemilukada. Sebut saja,  PDIP, Hanura dan Partai Demokrat. Apalagi dua dari tiga parpol tersebut meloloskan ketua parpolnya di DPRD Barru. Keduanya  yakni Arivai Muin yang juga Ketua DPC PDIP Barru dan Andi Haeruddin yang berposisi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat.
Memang hingga saat ini belum ada pihak parpol yang memberikan isyarat  akan diarahkan kepada siapa kandidat cabup dan cawabupnya di Pemilukada.
Wakil Ketua DPC PDIP Barru, Abd Samid  yang dihubungi Rabu (23/7) mengatakan, kalau pihaknya belum menentukan sikap di Pemilukada Barru. Namun bukan berarti Pihak DPC belum mewacanakan hal tersebut.
"Pihak PDIP sendiri akan menentukan sikap terkait pilkada Barru, setelah ada hasil survei dari sejumlah kandidat yang santer disebut-sebut akan ikut bertarung di Pilbup nanti," ujar Abd Samid (udi/War/c)


 
KPU Luwu Ancam Laporkan Caleg PAN
di Update oleh ronalyw   
Kamis, 24 Juli 2014 04:57

MAKASSAR, BKM--Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Abdul Thoyyib mengancam akan melaporkan calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional, Yamin Tallesang ke polisi.
Caleg DPRD Sulsel dari daerah pemilihan XI ini telah menuding Abdul Thoyyib  menerima dana darinya.
"Saya akan laporkan Yamin di polsek Rappocini,"ujar Abd Thoyyib di gedung KPU Sulsel, Rabu (23/7).
Thoyib bercerita soal kekecewaan Yamin saat menjadi caleg DPRD Sulsel lewat PAN.
"Saat dilakukan rekap di tingkat kecamatan, Yamin mengklaim sudah menang dan dirinya yang akan mewakili PAN di parlemen,"ujar Thoyib.
Soal tudingan pernah meminta uang, Thoyib menegaskankembali kalau itu tidak benar. "Itu tidak benar. Yamin bertujuan untuk menghancurkan karir saya karena dia tidak lolos,"ujarnya. (rif/war/c)


 
Polda Bersyukur Sulsel Aman
di Update oleh ronalyw   
Kamis, 24 Juli 2014 04:57

MAKASSAR, BKM -- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat  mengklaim situasi di wilayah Sulsel dan sekitarnya tetap aman dan kondusif, pascapenetapan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Selasa (22/7) lalu.
Meskipun sejak kemarin, Rabu (23/7) kubu dari Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Sulsel tetap berpegang pada keputusan yang diambil Prabowo yang menolak hasil rekapitulasi suara di pilpres.
"Sehari pasca pengumuman dari KPU Pusat, situasi Kamtibmas Jajaran Polda Sulsel aman dan kondusif. Kita bersyukur tidak ada kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban," tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes. Pol, Endi Sutendi saat menanggapi situasi kemanan wilayah Sulsel,kemarin.
Endi juga mengatakan, sejauh ini para pendukung pasangan Capres-Cawapres tidak banyak melakukan aktifitas yang mencolok khususnya konvoi di jalan.
"Belum ada aktifitas yang menonjol atau pergerakan massa pasangan yang menang untuk melakukan konvoi atau bentuk akitifitas lainnya. Kami juga sudah mengimbau agar tidak melakukan konvoi di jalan," tukas Endi.
Endi menambahkan aparat yang disigakan masih belum ditarik. Sebelumnya jumlah porsenil yang disiagakan dalam rangka tahap rekapitulasi hingga penetepan rekapitulasi rapat pleno KPU sebanyak 3. 378 personil dari berbagai satuan.
Sehari sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Sulsel La Tinro La Tunrung dengan tegas mendukung langkah Prabowo-Hatta untuk melakukan upaya hukum di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK). "Kalau soal itu, Sulsel siap dengan bukti-bukti," ujarnya.
Meski demikian, bagi La Tinro, untuk kasus di Sulsel pihaknya hanya dapat memberikan data soal protes.(ril/b)


 
Mulai Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Selanjutnya Akhir

Halaman 14 dari 45
hub 081241000553 untuk pemasangan banner