Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Makassar Politik
Ramadan, Partisipasi Pemilih Turun
di Update oleh ronalyw   
Rabu, 16 Juli 2014 01:00

PINRANG,BKM--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pinrang mengakui, partisipasi pemilih pada pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 yang digelar,9 Juli lalu turun dibanding Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu. Turunnya partisipasi pemilih dipengaruhi dua momen penting yakni memasuki bulan suci ramadan dan digelarnya perhelatan piala dunia.
“Saya kira ada beberapa hal. Pertama, mungkin karena kejenuhan akibat panjangnya aktifitas politik. Kedua, bisa jadi karena pilpres berlangsung saat momen Ramadan dan Piala Dunia sehingga banyak orang lebih memilih berisitirahat panjang pada pagi hari,” ujar Ketua Devisi Sosialisasi KPU Kabupaten Pinrang Rustam Bedmant, Selasa (15/7), kemarin.
Ditanya soal kurangnya sosialisasi dari KPU, Rustam langsung membantah. Ia justru menilai ada beberapa faktor eksternal yang menyebabkan masyarakat enggan datang memberikan hak suaranya ke TPS saat proses pemungutan suara Pilpres berlangsung seperti karena tidak adanya  mobilisasi massa yang di lakukan oleh partai politik pengusung  capres tertentu, termasuk kesadaran masyarakat untuk berdemokrasi masih sangat rendah.
"Kondisi tersebut sangat berbeda dengan pesta
demokrasi lain, seperti pemilihan calon anggota legislator, pemilihan gubernur ( pilgub) dan pemilihan kepala daerah (Pemilukada), karena masing masing massa di mobilisasi untuk menggunakan hak suaranya oleh tim pemenangan. Misalnya pada pileg lalu sekitar 400 caleg mengajak masyarakat untuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga tingkat partisipasi pemilih akan tinggi,"ujar mantan wartawan ini.
Soal sosialisasi, jelas Rustam, sudah maksimal dilakukan oleh penyelenggara, baik melalui media, maupun melibatkan dai (penceramah)  untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilihan presiden.
Rustam juga mengaku, belum mengetahui secara persis angka partisipasi pemilih sebelum pelaksanaan rekapitulasi  tingkat kabupaten.
Menyikapi pernyataan dari Rustam,  mantan Ketua Devisi Sosialisasi KPU Kabupaten Pinrang  periode 2009-2014 Hasjuddin menegaskan penyelenggara pesta demokrasi tidak boleh serta merta menyalahkan momen piala dunia dan ramadan sebagai pemicu turunnya partisipasi pemilih.
Malahan kata Hasjuddin, para pemilih yang menyaksikan nonton piala dunia dan makan sahur masih memiliki waktu untuk menyalurkan hak suaranya di TPS.
"Meski ada momen piala dunia dan ramadan, pemilih masih memiliki waktu untuk menggunakan hak suaranya. Jadi turunnya angka partisipasi pemilih bukan hanya karena momen tersebut. Kita menduga sosialisasi yang dilakukan KPU kurang menggaung sehingga  pemilih kurang berpartisipasi di pilpres," tegas Hasjuddin yang sempat mengklaim pemilihan presiden 2009 silam tingkat partisipasi pemilih 75.(gun/war/c)

 
Mantan Sekkab Isi Bursa Pilkada Gowa
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 15 Juli 2014 02:31

GOWA, BKM-- Menjelang Pilkada Kabupaten Gowa, sejumlah figur sudah mulai santer dibicarakan, baik di masyarakat kalangan menengah keatas hingga masyarakat yang berstatus sosialnya paling bawah.
Bahkan ada figur yang telah menyatakan sikapnya secara terbuka untuk maju bersaing pada Pilkada Bupati Gowa 2015 menggantikan Bupati Gowa dua periode Ichsan Yasin Limpo.
Salah satunya dari figur lokal yang menyatakan dirinya  siap bertarung menjadi orang nomor satu di Gowa yakni mantan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Gowa H Muh Yusuf Sommeng yang kini menjabat Inspektorat Sulsel.
Hal itu ditandai dengan sejumlah spanduk yang sengaja dibentangkan di sejumlah wilayah kecamatan di luar kota Sungguminasa sebagai ibukota Kabupaten Gowa. Spanduk-spanduk yang terbentang itu rata-rata berkedok ucapan selamat melaksanakan ibadah puasa dan ramadan tahun ini. Termasuk spanduk milik Yusuf Sommeng.
Tak ayal persiapan menuju Pilkada Gowa itu mulai dipersiapkannya dengan melakukan sosialisasi selama ramadan ini dengan merambah wilayah-wilayah terpencil sebagai penguatan persiapan pilkada.
H Muh Yusuf Sommeng yang dihubungi via ponselnya, Senin (14/7) siang, kepada BKM hanya memperdengarkan suara tertawa kecil, ketika ditanya soal banyaknya spanduk yang menampilkan gambar dirinya terpajang di sejumlah ruas di wilayah Kecamatan Bontomarannu maupun daerah pinggiran kota Sungguminasa, termasuk di wilayah Kecamatan Pallangga.
''Ya, alhamdulillah saya siap maju ke Pilkada tahundepan,'' ucap mantan Camat Pallangga ini.
Dia juga tidak menyangkal jika dirinya  memang telah menebarkan sejumlah spanduk sebagai salah satu media sosialisasi atas kesiapannya maju tersebut.
''Yah saya siap maju. Lagi pula saya rasa sudah bersyarat dengan sejumlah pengalaman yang telah saya jalani selama ini. Doakan saja ya,'' terang Daeng Bombong sapaan akrab Muh Yusuf Sommeng.
Yusuf Sommeng menambahkan, kesiapannya maju ke Pilkada Gowa 2015 nanti bukan hanya karena sebatas dirinya telah bersyarat namun yang terpenting karena telah mendapatkan sokongan dan dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat.
Meski menyatakan dirinya siap, namun birokrat yang mengawali karir PNSnya dari bawah ini belum menyebutkan dengan siapa dirinya akan berpaket. ''Belum ada, baru sosialisasi diri dulu lah,'' tambahnya. (sar/b)

 
KPU Masih Tunggu Rekap Lima Kecamatan
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 15 Juli 2014 02:31

GOWA, BKM-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa mengaku segera melakukan pleno rekapitulasi suara pemilihan presiden yang diagendakan pada Rabu 16 Juli, lusa. Hal ini dibenarkan Ketua KPU Gowa, Zaenal Ruma didampingi Ketua Divisi Data dan Informasi, Muhtar Muis, Senin (14/7) siang kemarin.
Zaenal dan Muhtar mengaku  hingga kemarin (senin, red), KPU Gowa baru menerima 13 file rekap suara dari 13 kecamatan. ''Baru 13 kecamatan yang masuk hasil rekapnya. Dan rencananya kita (KPU) akan menggelar pleno lusa (Rabu, red). Jika pleno ini berjalan lancar dan kami targetkan hanya sehari bisa tuntas, maka pada 17 Juli hari berikutnya kita sudah bisa serahkan hasil rekap kabupaten ini ke provinsi,'' kata Zaenal diiyakan Muhtar di kantornya.
Ditanya dari 13 rekap kecamatan yang masuk pasangan capres-cawapres yang unggul pada Pilpres 9 Juli lalu, Zaenal maupun Muhtar mengatakan untuk sementara yang unggul dari 13 kecamatan hasil rekap kecamatan itu yakni Jokowi-JK dengan perolehan sementara 65 persen sedangkan pasangan Prabowo-Hatta untuk sementara baru 35 persen.
''Hasil finalnya kita tunggu pleno lusa. Perolehan tersebut baru sementara karena baru 13 rekap kecamatan yang masuk. Kami masih menunggu lima kecamatan lagi,'' terang dia. (sar/war/c)

 
Kepala BPPKB Dijagokan Isi Cawabup
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 15 Juli 2014 02:31

BULUKUMBA, BKM-- Perhelatan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bulukumba akan berlangsung 2015 mendatang. Meski begitu, sejumlah figur mulai didorong untuk maju mengisi bursa bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati.
Bahkan sederetan nama yang akan maju sudah mulai mensosialisasikan diri dengan memasang sejumlah baliho menyampaikan ucapan selamat berpuasa.
Seperti halnya Kepala BPPKB Bulukumba, Andi Muliaty Nur yang memberanikan diri untuk maju sebagai kandidat Cawabup.
Kader Partai Golkar di Kecematan Ujungbulu, Bulukumba, Muh Yahya, Senin (14/7) mengatakan sosok A Muliaty Nur merupakan  srikandi Bulukumba yang memiliki segudang pengalaman dan sudah melintang dengan sederet jabatan di satuan kerja perangkat daerah baik di Kota Makassar maupun di Bulukumba.
Apalagi putri mantan Sekertaris Daerah Bulukumba yang pertama ini, Alm H Andi Muh Nur sangat layak  menjadi orang nomor dua.
“Saya melihat sosok putri Karaeng Nure sangat layak untuk menduduki kursi wakil bupati, dan saya kira kalau bupatinya laki-laki maka wakil bupatinya perempuan. Hal ini merupakan pasangan ideal menahkodai  Bulukumba,’’kata Yahya.
Menyinggug soal Bulukumba yang dikenal dengan istilah Bulukumba Timur dan Barat, menurut  Yahya yang juga Kepala Lingkungan  Gaddea ini, kandidat calon bupati  sangat cocok orang yang  berasal dari timur atau barat, karena Bulukumpa– Rilau Ale adalah daerah netral,tandasnya.(edy/war/c)

 
Yusuf Langsa Dukung Sorring Oppo Pimpin Torut
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 15 Juli 2014 02:31

RANTEPAO, BKM--Bupati Toraja Utara Batti Sorring bersama Wakilnya Buntang Rombelayuk (Sobat) mendapat dukungan penuh untuk maju dan kembali memimpin Kabupaten Toraja Utara untuk lima tahun kedepan. Sesuai agenda Pilkada Kabupaten Toraja Utara akan berlangsung 2015 mendatang.
Salah satu dukungan datang dari tokoh adat dari kaum bangsawan Toraja Utara, Yusuf Langsa To Parengnge dari Tondon Naggala Toraja Utara.
Menurut Yusuf Langsa, wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara mengakui 32 adat, kedua kabupaten bertetangga ini pemimpinnya tidak akan berhasil apabila bupatinya bukan dari kaum bangsawan atau orang terpandang seperti Puang, Ma`dika dan Parengnge, sebab semua program dan kebijakannya susah diterima pemangku adat.
Pasalnya di Toraja, adat memiliki tempat tertinggi karena merupakan tuntunan beraktifitas jauhi perbuatan terlarang (Pemali) karena apabila adat dilanggar akan di adili dari hakim pendamai dari keturunan bangsawan (Parengnge) dengan hukuman bermacam-macam seperti pesta potong hewan ditongkonan, ataukah diusir dari kampung karena tidak lagi diberi ruang di tengah masyarakat dan inilah hukum adat terberat di Toraja, tegas Yusuf Langsa, Senin (14/7) di Rantepao.
Yusuf menambahkan, seorang pemimpin memiliki kharisma sejak kecil dan menonjol dari sekian orang bersudara karena sesuai adat Toraja tidak semua keturunan orang terpandang diangkat menjadi Parengge karena kriteria pemimpin harus bijaksana, berani, kaya, dan baik agamanya.
"Kriteria calon pemimpin di Toraja Utara sesuai dengan adat dimiliki hanya duet bupati sekarang Frederik Batti Sorring bersama wakilnya Frederik Buntang Rombelayuk (Sobat),"katanya.
Dia mengakui, sangat jelas selama kepemimpinan bupati dan wakil bupati sekarang tidak mencampur adukkan politik dengan adat, sehingga keduanya diterima lapisan masyarakat.
Apalagi setiap mengambil kebijakan selalu berkonsultasi dengan pemangku adat yang tumbuh secara alami, kecuali bila air sudah tidak mengalir dari sumber mata air maka adat sudah tidak ada di Toraja (ka`tupi to wai lolong na ka`tu tu ada`).
"Kita sangat sayangkan bila kepemimpinannya tidak berlanjut periode kedua," tuturnya.   
Pernyataan yang sama disampaikan ketua GP Ansor Toraja Utara, Fitra Rusdi. Menurut Fitra, calon pemimpin di Toraja Utara kedepan hendaknya seorang visioner, punya kemampuan manajerial, memiliki kompetensi, diterima masyarakat, jujur dan berani mengambil keputusan.
"Syarat pemimpin di Toraja Utara kedepan hanya melekat di pribadi bupati sekarang Frederik Batti Sorring sehingga pantas didukung untuk melanjutkan tata kelola pemerintahan dan proses pembangunan,"ujarnya.(gus/war/c)


 
Mulai Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya Akhir

Halaman 10 dari 57
hub 081241000553 untuk pemasangan banner