Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

BKM Metro Makassar
Iuran Komite Resmi Dihapus
di Update oleh ronalyw   
Rabu, 23 Juli 2014 01:07

MAKASSAR, BKM -- Pemerintah Kota Makassar menutup polemik terkait iuran komite sekolah yang banyak dikritik dengan mengeluarkan kebijakan menghapus iuran komite di semua sekolah di Kota Makassar.
Kebijakan ini diambil dalam pertemuan antara Wali Kota, Muh Ramdhan Pomanto, bersama Sekretaris Kota (Sekkot) Makasar, Ibrahim Saleh, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Mahmud BM dan Ketua Forum Komite Sekolah Kota Makassar, Bachtiar Adnan dengan seluruh kepala sekolah negeri dan swasta se Kota Makassar dan ketua komite sekolah, di Balai Kota Makassar, Selasa (22/7).
Sebagai gantinya, wali kota menerapkan sistem sumbangan sukarela pendidikan berkualitas untuk memenuhi amanat undang-undang pendidikan yang membolehkan adanya partisipasi pihak luar sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan sekolah.
Konsep sumbangan sukarela ini mempunyai esensi sangat beda dengan iuran yang sifatnya wajib mengikat dan mempunyai jumlah dan batasan waktu pembayaran, bagi peserta didik yang selama ini memberatkan bagi orang tua peserta didik.
"Sumbangan sukarela ini memberikan ruang yang lebih luas bagi komite untuk memberdayakan dirinya, sehingga akan terlihat kemampuan dan kuakitas komite dalam menjaring dana dari luar untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran di sekolah masing-masing," ujar Danny.
Menurut Danny, pihaknya cukup gerah dengan kesan masyarakat soal aroma pendidikan kota yang kurang sedap dan rantasa'.
Untuk itu, kata Danny, pihaknya telah menyiapkan draft Peraturan Walikota (Perwali) terkait pengelolaan pendidikan utamanya fungsi dan tanggung jawab Komite Sekolah. Selain itu, juga ada beberapa ahli bidang pendidikan telah masuk dalam tim ahli yang akan menggodok Perwali ini agar kita mempercepat dan menjadikan alas hukum bagi manajemen sistem pendidikan di Kota Makassar.
Dalam Perwali itu, jelas Danny, nantinya juga akan termuat tentang pembentukan Komite Pengendali Pendidikan yang mempunyai tugas sebagai penerima keluhan, kritik maupun masukan dari warga masyarakat,  guru, komite sekolah terkait jalannya sistem pendidikan di kota ini.
Sejumlah kepala sekolah dan ketua komite sekolah menyatakan apresiasi atas kesigapan Walikota dan Pemkot dalam memecahkan polemik yang terjadi dari tahun ke tahun.
Ketua Komite Sekolah SMP 21 Makassar, Muh Mansyur, mengatakan, kebutuhan akan sarana dan prasarana serta operasional sekolah juga makin bertambah, sementara dana yang tersedia melalui bantuan operasional sekolah maupun pendidikan gratis tidak memadai.
Untuk itu, kata Mansyur, peluang untuk menggalang bantuan pihak luar melalui sumbangan sukarela akan sangat membantu untuk memecahkan masalah.
"Alas hukum melalui Perwali akan memberikan jaminan bagi komite sekolah untuk memberdayakan sumberdayanya dalam menggalang dana. Saya kira ini sudah jadi win win solusi," ujar Mansyur. (ish/ams/b)

 
12 Agustus, Groundbreaking Rel Kereta Api Sulsel
di Update oleh ronalyw   
Rabu, 23 Juli 2014 01:07

MAKASSAR, BKM  -- Groundbreaking atau yang biasa dikenal dengan peletakan batu pertama pembangunan rel Kereta Api (KA) Trans Sulawesi akhirnya mendapat kepastian.
Kementerian Perhubungan RI sudah menetapkan waktu untuk groundbreaking tersebut yakni pada 12 Agustus 2014 di Kabupaten Barru.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sulsel, Masykur A Sulthan, selama dua hari terakhir ini berada di Jakarta untuk membicarakan hal teknis tentang pelaksanaan groundbreaking ini.
"Kami membicarakan soal pergerakan alat berat. Begitupun segala sesuatu terkait pelaksanaan groundbreaking. Jadi, tanggalnya itu sudah ditetapkan 12 Agustus," jelas Masykur, kemarin.
Dikatakannya, sesuai dengan permintaan awal Kementerian Perhubungan agar Pemprov Sulsel menghadirkan semua gubernur di Sulawesi saat dilakukannya grounbreakinng. Pasalnya, usai acara tersebut Kementerian Perhubungan ingin melakukan pertemuan dengan keenam gubernur tersebut.
"Kereta api di Sulsel ini adalah tahap awal. Diharapkan, seluruh Sulawesi itu terkoneksi dengan alat transportasi kereta api. Untuk itu, Pak Menteri ingin mambicarakannya dengan semua gubernur di Sulawesi," lanjutnyaa.
Menurut dia, usai pelaksanaan groundbreaking, Pemprov Sulsel harus fokus untuk pembebasan lahan. Tahun ini, dalam APBD 2014 telah ada alokasi anggaran sebesar Rp44 miliar untuk pembebasan lahan.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sulsel, Affandy Agusman, meminta agar Pemkab Barru segera menyelesaikan segala perizinan.
"Kereta api ini butuh komitmen bersama. Pemprov harus menjalankan fungsinya dengan menjadi perantara dengan pusat, sedangkan daerah harus mendukung," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, pernah mengatakan, groundbreaking ini merupakan perjanjian antara Pemprov Sulsel dengan pusat sebagai jaminan keseriusan untuk menghadirkan KA di Sulsel.
"Sebelum kabinet berganti, groundbreaking harus dilakukan. Jadi, ini sebagai jaminan bagi kabinet baru untuk melanjutkannya," jelasnya. (san/ams)

 
Stok Darah di PMI Menipis
di Update oleh ronalyw   
Rabu, 23 Juli 2014 01:07

MAKASSAR, BKM -- Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Makassar mengimbau para pendonor aktif untuk berkontribusi terhadap kesediaan stok darah yang mulai berkurang menjelang lebaran.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas UDD PMI Cabang Makassar, Sultan, kepada BKM, Selasa (22/7). Menurut Sultan, kontribusi donor darah masyarakat selama puasa hingga menjelang hari raya Idul Fitri memang berkurang. Sementara permintaan rumah sakit untuk darah meningkat dikarenakan banyaknya aktifitas operasi.
"Kami imbau masyarakat, khususnya para pendonor aktif untuk berkontribusi menyumbangkan darah guna memenuhi stok menjelang lebaran," katanya.
Dijelaskan, fenomena kekurangan stok saat bulan Ramadan memang sering terjadi karena animo pendonor menurun lantaran puasa. Tapi di sisi lain permintaan darah oleh pihak rumah sakit meningkat.
"Dari data kami, stok darah sepanjang dua minggu terkahir berkurang hingga 100 sampai 150 kantong per harinya," kata Sultan.
Guna mengoptimalkan kebutuhan stok darah, pihak UDD PMI Cabang Makassar, menyediakan sejumlah fasilitas berupa tempat donor di sejumlah titik di wilayah Makassar.
"Kami membuka layanan donor darah di sejumlah titik untuk memudahkan para pendonor menyalurkan bantuan bagi sesama yang membutuhkan darah," tukasnya. (ril/ams/b)

 
Aman, BMKG Sulsel Imbau Tetap Waspada di Laut
di Update oleh ronalyw   
Rabu, 23 Juli 2014 01:07

MAKASSAR, BKM -- Kondisi cuaca di beberapa daerah, khusunya jalur transportasi laut di Sulawesi Selatan selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2014, diprediksi cukup bersahabat bagi pemudik.
Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel, Soejarwo, mengatakan, sejauh ini perairan Sulsel masih aman-aman saja, meski ada salah satu daerah yang perairannya cukup tinggi, seperti Selayar. Beberapa hari ini, katanya, ombak di perairan Selayar sekita 1,8 hingga 2 meter.
"Sebenarnya kondisi itu masih terbilang aman. Tapi berhubung sudah mendekati tidak aman, jadi tetap harus waspada," jelas Soejarwo.
Menurut dia, pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca di perairan Selayar, termasuk daerah lainnya untuk memberikan warning jika memang kondisi laut tidak memungkinkan untuk pelayaran.
Menurut informasi, di Pelabuhan Bira (Bulukumba) dan Pelabuhan Pamatata (Selayar) sendiri beberapa kali pelayaran sempat ditunda karena kondisi ketinggian ombak yang tidak menentu.
Sementara di beberapa penyeberangan laut, Soejarwo meyakini dalam kondisi aman untuk pelayaran, seperti Selat Makassar tinggi ombak sejak beberapa hari terakhir masih di kisaran 1,5 meter. Kondisi ini diperkirakan masih akan sama hingga dua atau tiga hari ke depan.
"Ketinggian ombak seperti itu jelas masih aman untuk pelayaran, sama seperti di Bone, ombah hanya selitar 1,2 meter. Jika melihat tinggi ombak di beberapa perairan itu, hampir semua pelabuhan aman melakakukan aktifitas pelayaran. Kecuali Selayar yang berstatus waspada, namun tetap bisa dilalui. Tapi kami akan terus memantau untuk memberikan informasi kondisi terkini," bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalulintas Laut Otoritas Pelabuhan Makassar, Paulus Mailoa, menilai kepadatan pemudik sudah mulai terlihat dari H-7 kemarin.
Kedati demikian lonjakan penumpang belum terlalu signifikan. "Memang sudah mulai terlihat padat tapi belum menonjol," kata Paulus.
Dikabarkannya, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sendiri sudah membuka posko lebaran 1435 H sejak H-15 lalu sampai H+15. Tercatat sejak posko tersebut dibuka, posisi arus kunjungan kapal penumpang antara lain jumlah call kapal sebanyak 27 call. Penumpang turun total mencapai 10.549 orang. Sementara penumpang naik sebanyak 7.292. Adapun penumpang lanjutan atau transit sebanyak 8.478 orang.
"Sejauh ini keberadaan posko cukup membantu pemudik terutama dalam memperoleh informasi akurat terkait keberangkatan dan kedatangan kapal,"jelasnya. (san/ams/b)

 
Danny: Hati-hati Saat Mudik
di Update oleh ronalyw   
Rabu, 23 Juli 2014 01:07

MAKASSAR, BKM -- Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, meminta masyarakat yang akan melakukan mudik atau pulang kampung untuk lebaran Idul Fitri, baik melalui jalur darat, laut maupun udara, untuk berhati-hati selama perjalanan.
Khusus untuk pemudik yang melalui jalur darat, menurut Danny, mengendalikan kendaraan harus diutamakan, apakah kendaraan roda dua dan lain-lain. Danny  mencontohkan dengan tidak berboncengan tiga bersama  anak kecil.
"Jadi, saya ingatkan, kalau ada anak kecil lebih baik naik Bus ki saja. Selain itu, saya juga ingatkan, jangan membawa barang-barang yang berat dan berlebihan karena sangat berisiko," katanya.
"Kalau kita bepergian sebaiknya di malam hari. Kalau siang hari, semua orang pada tumpah di jalan. Selanjutnya, paling bagus berkonvoi dan jangan jalan satu-satu pada saat berkendaraan agar di jalan bisa saling memperkatikan keadaan, apakah ada saat itu kerawanan, sehingga yang di depan bisa cepat menyampaikan yang di belakang untuk berhati-hati," nasehatnya.
"Buatlah satu kelompok beriringan dengan tertib. Kalau dia satu-satu atau terhambur, rawan terjadi kecelakaan lalu lintasnya," jelasnya.
Kemudian, jelas Danny, harus istirahat juga dalam waktu-waktu tertentu. Satu hingga dua jam harus istrirahat. Sebab, kecapean adalah salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas.
Untuk penumpang laut, Danny berharap, jangan menjadi penumpang gelap. "Persoalan di laut adalah over penumpang atau over kapasitas. Ini sangat berbahaya," ungkapnya. (ish/ams/b)

 
Mulai Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya Akhir

Halaman 1 dari 110
Banner