Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

BKM Metro Makassar
Pemkot akan Bangun Biringkanal City
di Update oleh ronalyw   
Senin, 01 September 2014 04:19

MAKASSAR, BKM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana membangun Biringkanal City atau kota di pinggir kanal. Saat ini, Pemkot masih melakukan identifikasi terhadap lahan di sepanjang kanal yang ada di Makassar.

Sebagai langkah awal, Wakil Wali Kota (Wawali) Makassar Syamsu Rizal MI menelusuri kanal sepanjang 2 km mulai dari kantor Kecamatan Panakkukang di Jalan Batua Raya hingga ke Pampang di Jalan Urip Sumohardjo, Minggu (31/8) sore.
Deng Ical, sapaan Syamsu Rizal menelusuri kanal didampingi beberapa petugas PMI Makassar dan sejumlah staf kecamatan dan Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan Kota Makassar.
Deng Ical menggunakan perahu kayu (joloro) dan perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar.
"Kegiatan telusur kanal atau sungai ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin dari Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan. Namun kali ini kami lakukan untuk menggali potensi kanal dan sungai yang ada di Makassar," terang Ical sesaat sebelum turun ke kanal.
Ical mengungkapkan, penelusuran kanal kali ini, juga merupakan langkah awal untuk pembangunan Biringkanal City yang diprogramkan Pemkot Makassar. Biringkanal City ini, kata Ical, adalah program untuk membenahi permukiman di sepanjang kanal di Makassar. Untuk itu, kata dia, sebelum program ini dilakukan, mesti ditahu dulu kondisi pesisir kanal yang ada, termasuk potensinya.
"Saat ini kita melakukan penelusuran kanal dan sungai untuk mengetahui potensinya mana yang lebih produktif. Misalnya untuk tempat usaha dan tempat wisata. Kita juga memetakan daerah mana yang bisa jadi solusi banjir. Misalnya di Toa Daeng dan Swadaya yang kerap kebanjiran. Dengan adanya data potensi kanal, kita bisa merilis penanganan yang bisa dilakukan," jelas Ical.
Bukan itu saja. Ical juga mengaku telusur kanal ini untuk mengetahui lokasi mana yang jorok atau rantasa dan lokasi mana yang sudah tertata dengan baik. "Dari apa yang kita lihat, kita bisa melakukan pembinaan atau edukasi. Misalnya kanal yang rantasa, maka kita segera lakukan pembinaan," jelasnya.
Ia juga meminta Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan memelajari apa yang dilihat selama penelusuran kanal atau sungai. Dimana, kata dia, dinas ini akan tahu dimana kanal yang memiliki kapasitas air normal, tidak normal, ada gangguan, tingkat elevansinya dan lain-lain yang erat kaitannya dengan data arus sungai," katanya.
Sementara itu, Camat Panakkukang Imran Mansyur mengaku telah melakukan langkah awal terkait rencana Pemkot membangun Biringkanal City. "Kita telah melakukan pembinaan kepada seluruh warga yang ada di pinggiran kanal untuk menjaga kebersihan kanal, melalui surat edaran walikota. Kita siap mensukseskan program ini," katanya.
Apabila potensi kanal dan saluran ini bisa dioptimalkan, Imran mengaku akan memberikan konstribusi besar bagi warga. "Banyak yang bisa digali dari potensi kanal yang ada. Tetapi tentu harus didukung semua pihak, terutama masyarakat," katanya. (ucu/b)

 
CCC Dibanjiri Peserta Audisi Mamamia Indosiar
di Update oleh ronalyw   
Senin, 01 September 2014 04:19

MAKASSAR, BKM -- Audisi Mamamia Indosiar ke 4 tahun 2014 di Celebes Convention Center (CCC) Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (31/8) dibanjiri peserta.
Para anak muda datang tidak hanya seorang diri. Mereka datang bersama ibunya. Pasalnya, audisi ini wajib diikuti anak dan ibunya.
Sebelum di Makassar, audisi yang sama juga telah digelar di Medan dan Surabaya. Pelaksanaan audisi di Makassar bersamaan dengan audisi di Kota Bandung.
Public Realetion (PR) Indosiar Gufroni Sakaril saat ditemui di lokasi audisi mengatakan, ajang ini merupakan kesempatan bagi para remaja di Makassar yang memiliki talenta di bidang tarik suara. Syarat peserta dalam mengikuti program Mamamia 2014 adalah ibu dan anak. Untuk anak batas usia peserta adalah 13 sampai 20 tahun, memiliki vokal yang bagus sedangkan ibunya harus komunikatif, ekspresif dan ambisius.
"Tak hanya kemampuan menyanyi yang menjadi penilaian, tim penyeleksi juga melihat hubungan yang terbangun antara anak dengan ibunya selaku manager. Bagi peserta yang mendaftarkan dirinya untuk audisi Mamamia tidak di pungut biaya," katanya.
"Audisi kali ini diikuti ratusan peserta. Konsepnya lebih kepada anak yang jadi bintang dan ibu jadi menager. Tujuannya lebih kepada untuk membangun hubungan yang baik antara orang tua dan anak," tambah Gufron.
Sementara itu, Winda salah seorang peserta audisi Mamamia yang ditemui BKM mengaku ini bukan yang pertama kali ia mengikuti audisi ajang pencarian bakat. Sudah ada beberapa audisi yang ia pernah ikuti seperti Indonesia Idol dan Akademi Fantasi Indosiar. Kendati demikian Winda mengaku tetap nervous.
"Saya agak nervous ikut mamamia kali ini. Mudah-mudahan saya bisa lolos sampai Jakarta. Saya Bakal coba bawakan lagu pop barat," ujar Winda.(mat/c)

 
Hari Ini Kloter 1 Tinggalkan Makassar
di Update oleh ronalyw   
Senin, 01 September 2014 04:19

MAKASSAR, BKM -- Kelompok terbang (kloter) 1 calon jamaah haji (CJH) asal Embarkasi Makassar akan diterbangkan menuju Tanah Suci, Senin (1/9) hari ini melalui Bandara Sultan Hasanuddin.
Kloter 1 ini terdiri dari 455 CJH yang telah berada di Asrama Haji Sudiang sejak kemarin.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Gazali Suyuti mengatakan, para CJH sudah siap diberangkatkan dan telah berada di Asrama Haji Sudiang.
"Kloter pertama, kita akan berangkatkan 455 CJH besok," kata Gazali saat dikonfirmasi via Handphone.
Untuk jamaah haji yang berangkat hari ini, kata Gazali, rencananya akan berada di Jeddah dengan masa tinggal selama 39 hari dan kembali ke Tanah Air 9 Okteber 2014. Sementara unntuk kloter terakhir akan berangkat pada tanggal 28 September mendatang.(san/d)


 
Jadi Konsultan dan Aktif di Kegiatan Sosial
di Update oleh ronalyw   
Senin, 01 September 2014 04:19

Sepuluh tahun sudah cukup bagi Buhari Kahar Mudzakkar mengabdi di DPRD Sulsel sebagai wakil rakyat. Setelah tak terpilih lagi pada Pileg 9 April lalu, maka saudara Aziz Qahhar Mudzakkar ini tahun ini tak lagi menjadi anggota DPRD.
Namun, bukan berarti pengabdian kepada masyarakat juga berhenti. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku saat dirinya tak lagi di parlemen, ia akan kembali menjadi seorang konsultan. Profesi ini, katanya, telah ia geluti sebelum dipercaya sebagai wakil rakyat pada tahun 2004 lalu.
Selain menjadi konsultan, Buhari juga mengaku akan lebih banyak aktif di kegiatan-kegiatan sosial keagamaan. Menurutnya, kegiatan sosial keagamaan adalah basicnya. Apalagi, kini ia menjabat sebagai Pembina Yayasan Qahhar Mudzakkar.
"Selain menjadi konsultan, saya juga akan aktif di kegiatan-kegiatan sosial dan agam. Saya akan kembali aktif di Yayasan Qahhar Mudzakkar dimana saya sebagai pembinanya," kata Buhari belum lama ini.
Sekretaris DPW PAN Sulsel ini mengungkapkan, selama ia menjabat anggota DPRD Sulsel dua periode ia telah memberikan yang terbaik bagi daerah ini. Ia bersama anggota dewan lain dan Pemprov Sulsel telah berjuang meningkatkan pendapatan daerah. "Pengabdian itu bisa dimana saja, tidak harus di parlemen,"ujar kakak kandung anggota DPD RI Abd Aziz Qahhar Mudzakkar ini.
Sekadar diketahui, pada Pileg 9 April lalu, Buhari maju sebagai caleg DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel III.(rif/c)

 
Damkar Usul Pengadaan Hydrant di Permukiman Padat
di Update oleh ronalyw   
Senin, 01 September 2014 04:19

MAKASSAR, BKM -- Saat kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk, armada pemadam kebakaran milik Pemkot Makassar kesulitan untuk melakukan pemadaman. Selain jalan yang sempit, kerumunan warga juga menjadi kendala.
Dengan kondisi ini, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengusulkan agar di setiap permukiman padat penduduk dipasang hydrant atau pipa air yang bisa digunakan saat terjadi kebakaran.
"Kita berharap ada regulasi yang mewajibkan alat pemadam ringan di setiap bangunan komersil termasuk sistem pemadam yang baik untuk bangunan hotel dan mall, perkantoran untuk penangan dini. Khusus di wilayah padat penduduk kita maksimalkan hydrant sebagai suplai air bagi armada," usul Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Imran Samad, kemarin.
Apalagi, kata dia, kebakaran di Kota Makassar hampir terjadi setiap hari. Peristiwa kebakaran paling banyak disebabkan percikan api dari hubungan arus pendek listrik yang banyak disebabkan kasus pencurian listrik di wilayah padat penduduk.
"Ini adalah musibah. Kami sadar Damkar memiliki banyak keterbatasan namun intinya bagaimana keterbatasan itu bisa di optimalkan dilapangan. Apapun itu kami berkewajiban untuk memadamkan api," ucap mantan Camat Rappocini itu.
Soal fasilitas dan tenaga, Imran mengaku jika membandingkan dengan peristiwa kebakaran dan luas wilayah, jumlah armada dan personil saat ini dinilai masih terbatas.
"Kami hanya punya 270 personil bertugas 90 orang setiap hari, dengan rincian 45 di posko induk (Ratulangi), 15 di posko utara (Tallo), 15 di posko timur (Pengayoman) dan 15 orang di posko KIMA(Kawasan Industri Makassar," jelasnya.
Dari 270 anggota damkar, katanya, 70 persen diantaranya berstatus sebagai pegawai kontrak terbatas yang mendapat honor 500.000 perbulan. Adapun honor lain yang diperoleh seperti tunjangan operasional, tunjangan piket jaga, tunjangan peningkatan sumber daya, tunjangan danton dan danru, serta tunjangan sopir & tunjangan operator, sehinggga pegawai kontrak terbatas alias honorer maksimal mendapat Rp 1 juta lebih setiap bulan.
"Mereka juga dapat asuransi yang preminya cuma 100 ribu per bulan kalau kecelakaan hanya diganti ongkos pengobatan saja. Dalam melaksanakan tugas sering anggota mengalami kecelakaan kerja atau keributan dengan masyarakat yang bersikap anarkis di lokasi kebakaran,"katanya.
Dengan jumlah kasus kebakaran yang meningkat setiap tahunnya, Damkar hanya mampu mengoptimalkan 18 unit armada pemadam ditambah 3 mobil tangga. Kebanyakan dari aramada yang tidak aktif lagi karena sudah dimakan usia.
"Mobil terbaru yang dibeli tahun 2003 ketika Walikota dijabat Amiruddin Maula. Selebihnya mobil lama yang sudah tidak bisa beroperasi karena dimakan usia," akunya.
Untuk menunjang kinerja Damkar, Imran mengaku sistem posko cukup optimal merespon cepat terjadinya musibah kebarakan dengan menargetkan jalur tempuh 15 menit tiba ke lokasi kebarakan setelah laporan masuk sesuai SOP yang diberlakukan.
"Misalnya jika terjadi kebakaran di wilayah utara kota, maka yang bergerak terlebih dulu adalah posko utara, kemudian disusul armada dari posko utama (ratulangi), begitu pula jika terjadi kebakaran di wilayah timur maka yang bergerak duluan adalah armada yang berposko di kima untuk penanganan dini sebelum armada dari posko lain meluncur ke TKP," paparnya lagi.(ril/c)

 
Mulai Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya Akhir

Halaman 1 dari 76
Banner