Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Makassar Kriminal
Pakai Sabu, Warga NTI Dibui
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 22 Agustus 2014 00:27

MAKASSAR, BKM--Para Kutende (21), warga BTN Nusa Tamalanrea Indah, Blok PC, Kamis (21/8) dini hari dibekuk Satuan Narkoba Polres Pelabuhan di depan rumahnya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti bukti satu paket sabu-sabu seharga Rp 500 ribu yang terbungkus dengan plastik bening, empat buah pipet  putih, duasendok sabu, dua puluh plastik bening kosong serta satu buah pirek kaca.
Tersangka di depan penyidik narkoba mengaku, barang terlarang itu dibeli dari seorang pengedar sabu bernisial KM yang berdomisi di Jalan Cendrawasih. Tidak mau kehilangan jejak, polisi dengan cepat mendatangi rumah KM. Namun hasilnya nihil. KM telah lebih dulu melarikan diri.
Kepala Satuan Narkoba Polres Pelabuhan, AKP Sultan Iqbal mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat yang gerah melihat ulah Para Kutende yang dicurigai kerap mengkonsumsi sabu-sabu. Keterangan ini semakin diperkuat dengan informasi sejumlah pengguna sabu yang telah lebih dulu mendekam di sel polisi. Yakin dengan informasi itu, polisi pun turun menangkap tersangka. (jul/cha/C)

 
Geng Motor-Warga Nyaris Bentrok
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 22 Agustus 2014 00:27

MAKASSAR, BKM--Komplotan geng motor nyaris bentrok dengan warga di tepi Jalan Veteran Selatan, Kamis (21/8) dini hari. Warga Jalan Veteran Selatan yang sudah gerah dengan aksi brutal para kawanan bermotor ini, turun jalan melakukan perlawanan.
Aksi geng motor ini merupakan lanjutan  pada  Rabu (20/8) dini hari. Mereka sempat menyerang warga yang lagi duduk-duduk di tepi Jalan Sultan Alauddin. Dalam aksi penyerangan itu, seorang pemuda bernama Irwan (20) warga Jalan Antang Raya, Lorong 100 mengalami luka pada punggung terkena  tebasan  parang. Korban dilarikan di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dirawat.
Kapolsek Mamajang, Kompol Agus Khaerul mengemukakan, aksi geng motor yang kerapmondar-mandir di Jalan Veteran Selatan memancing kemarahan warga.
Polisi yang rutin melakukan patroli akhirnya berhasil mengendus potensi terjadinya keributan.
Begitu warga dan geng motor saling berhadap-hadapan, petugas kepolisian pun dengan cepat tiba dan berhasil menggagalkan bentrokan.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasia mengatakan, untuk mengantipasi aksi kekerasan di jalan raya, pihak Polrestabes gencar melakukan patroli jalan raya dengan sasaran geng motor. (jul/cha/C)

 
Kasus Kematian Daud Belum Terungkap
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 15 Agustus 2014 04:03

MAKASSAR, BKM--Penyidik Polsek Tamalanrea hingga kini terus melakukan penyelidikan terkait misteri kematian Daud (36), Staf Administrasi RS Wahidin Sudirohusodo Makassar yang ditemukan tewas dalam kondisi tertelungkup dalam ember di kamar tempat ia tinggal di areal rumah sakit, 23 Juli lalu.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes  Endi Sutendi kepada BKM, Kamis (14/8)  tak  banyak memberikan keterangan terkait kasus ini. Meski demikian, Endi mengaku kasus  tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sebanyak 20 orang saksi telah diperiksa.
"Masih penyelidikan dinda, dan sampai dengan saat ini sudah 20 orang saksi yang sudah diperiksa," tukas Endi.
Seperti yang dilansir sebelumnya, Daud meninggal dalam kondisi tertelungkup dalam sebuah ember besar, namun tak ada bagian tubuh dari Daud yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
"Kondisi jenazah tak ada luka lebam atau sayatan benda tajam. Tapi ini masih dalam pemeriksaan pihak forensik, dan kita tunggu saja perkembangannya," kutip Endi, beberapa waktu lalu.
Penyidik telah meminta hasil rekaman CCTV RS  Wahidin untuk membantu penyelidikan termasuk handphone seluler Daud untuk mengetahui panggilan terakhir yang masuk.
"Ada nomor panggilan terakhir yang kami lacak dan nomor itu terdaftar di wilayah Maluku. Sementara masih dalam pengembangan," ucap Endi.
Hampir sebulan lamanya kasus ini belum juga menemukan titik terang. Pihak keluarga sendiri terus berharap agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini untuk mengetahui penyebab meninggalnya Daud.
Maxi Sondakh (37) sepupu dua kali Daud yang menjadi perwakilan pihak keluarga saat dikonfirmasi meyakini, Daud meninggal karena dibunuh. Pernyataan Maxi dikuatkan dari keterangan sejumlah saki mata dari pihak rumah sakit setempat yang mengaku bahwa terlihat bercak darah dilantai kamar sebelum jenazah Daud ditemukan
Terkelungkup dalam ember besar.
"Sampai hari ini kami pihak keluarga meyakini bahwa almarhum meninggal secara tidak wajar dan ada indikasi bahwa almarhum di bunuh. Meski memang tidak ada luka benda tajam di tubuh korban, namun bisa jadi bercak darah yang disebutkan itu milik pelaku yang kemungkinan sebelumnya korban sempat melawan sebelum dibunuh. Keanehan lain menurut kami, karena tubuh Daud ditemukan dalam ember. Kalaupun almarhum sendiri sengaja memasukkan tubuhnya sendiri, tentu harus dipertanyakan kondisi kejiwaannya. Tapi setahu kami tidak ada riwayat penyakit kejiwaan yang diderita almarhum. Kalau pun ia dinyatakan sakit jiwa tentu pihak rumah sakit tidak mempekerjakan almarhum sebagai staf administrasi.
Sekretaris Komwil LM-RI Sulsel yang bermukim di Jl. Beruang No 8 Kompleks KKB, Makassar tersebut berencana akan mendatangi penyidik Polsek Tamalanrea untuk meminta kejelasan terhadap proses penyidikan Daud.
"Rencananya kami pihak keluaraga akan menemui pihak penyidik untuk mengetahui sejauh mana proses penyidikan mereka atas penyebab kematian saudara kami," ujar Maxi.
Seperti yang dilansir sebelumnya, Maxi mengaku kalau almarhum sempat menceritakan kepada keluarga terkait adanya persoalan Daud dengan rekannya yang tinggal bersebalahan kamar di areal rumah sakit.
Almarhum sendiri diketahui berstatus lajang atau belum pernah menikah dan sudah lebih dari lima tahun memilih tinggal di areal RS. Wahidin sejak resmi terangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Semasa hidupnya, Daud sering melakukan komunikasi dengan keluarga pamannya yang tinggal di wilayah Panaikang Makassar. (ril/cha/B)

 
Laporan Penipuan Mengendap Pengusaha Sorot Kinerja Polisi
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 15 Agustus 2014 04:03

MAKASSAR, BKM -- Lagi, kinerja kepolisian disorot. Kali ini sorotan itu datang dari pengusaha yang mempertanyakan laporannya ke Polres Makassar dan Polsek Tamalate.
Usman Sopian (41) merupakan manager salah satu proyek di Makassar. Ia melaporkan rekan bisnisnya terkait dugaan penipuan serta penggelapan dana pekerjaan yang pernah digarapnya.
Ada dua laporannya dengan kasus yang sama namun orang berbeda di kepolisian. Kasus penggelapan dana sebesar Rp1,6 miliar oleh kontraktor PT SG, Syamsuddin alias Ancu dilaporkan di Polrestabes  Makassar sementara kasus lain dugaan penggelapan dana  Rp 300 juta yang dilaporkan ke Polsek Mamajang.
"Sebenarnya semua kasus itu pernah ditindak lanjuti oleh kepolisian hanya saja kemudian mandek dan tidak jelas lagi. Bahkan laporan saya di Polrestabes  Makassar sudah dua tahun ini tidak ada perkembangan," ucap Usman  saat ditemui di Hotel Singgasana, Kamis (14/8).
Ia memaparkan, laporannya di kepolisian atas nama Nurmal di Polres Makassar pernah ditanggapi.Bahkan terlapor berinisial SY pernah ditahan di  Polrestabes  Makassar. Hanya saja terlapor kemudian dilepas, setelah itu sudah tidak ada kejelasan.
"Pelaku pernah ditangkap tapi pelaku ditangguhkan oleh seseorang.
Yang saya tanyakan siapa yang meminta penangguhan. Pasti ada sesuatu," tutur Usman.
Selain SY, pihaknya juga melaporkan seorang oknum polisi atas nama Kompol AM, karena oknum polisi itulah yang menawarkan pekerjaan kepada Usman namun, setelah disepakati, oknum tersebut justru memihakketigakan pekerjaan tersebut.
Adapun untuk kasus di Polsek Mamajang berinisal RH yang juga merupakan rekan bisnisnya. Laporannya sejak Desember 2013 lalu. Untuk kasus ini, pihak kepolisian sebenarnya telah menindaklanjuti dengan menerbitkan surat penangkapan. Hanya saja pelaku hingga kini belum juga diseret ke tahanan.
"Identitas pelaku jelas dan dia juga diketahui memiliki pekerjaan penimbunan di Tanjung Bunga tapi polisi belum juga menangkapnya," tutur Usman. (ril/cha/C)


 
Lawan Penjambret Dua Gadis Jatuh dari Motor
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 15 Agustus 2014 04:03

MAKASSAR, BKM--Aksi jambret di sejumlah wilayah di Makassar masih marak terjadi. Kali ini aksi jambret nyaris menimpa kedua karyawan swasta yang saling berboncengan, Mila (26) dan Tari (19).
Aksi jambret yang diketahui menggunakan motor merek Honda Beet Putih terjadi di Jalan  Kasuari, Rabu (13/8) sekitar 19.00 Wita. Kendati tas milik korban tidak sempat dibawa kabur pelaku, namun kedua mengalami cedera serius karena terjatuh lantaran saling tarik dengan pelaku jambret.
Kedua korban di jambret setelah meninggalkan rumah di Jl. Rajawali dan hendak menuju kost temannya di Jl. Zabra.
"Tadinya saya pikir teman saya. Ternayata jambret. Tiba-tiba merampas tas yang saya pegang. Saya di gonceng sama adik saya kemudian saat dia merampas saya menahan dan akhirnya saling tarik tas yang saya pegang. Karena panik kedua pelaku yang berboncengan langsung melepas tas saya kemudian menandang motor kami sampai kami terjatuh," papar Mila.
Akibat peristiwa ini, Mila mengalami luka menganga pada bagian telapak tangan kiri dan luka lecet pada bagian paha kanan. Sementara Tari yang mengemudikan motor luka lecet pada kedua kaki dan lengan bagian kanan.
Keduanya mengaku saat kejadian kondisi jalan sunyi. Warga dan pengendara lain baru berdatangan saat keduanya tersungkur di aspal. Korban juga menolak melaporkan kasus ini ke polisi karena mengaku tidak kehilangan barang. Dari keterangan korban isi tas antara lain dua unit hanpone dan sejumlah uang.
"Jalanan sunyi waktu kejadian. Saya rasa mereka sudah membuntuti kami," tukasnya.
Keduanya berharap agar polisi bisa mengantisipasi tingkat kejahatan di jalan agar peristiwa ini tidak terulang atau menimbulkan korban lain nantinya. (ril/cha/C)

 
Mulai Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya Akhir

Halaman 8 dari 29
Banner