Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Makassar Kriminal
Pria Uzur Tewas Samping Mc Donald
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 11 Juli 2014 01:00

MAKASSAR, BKM--Umar (60), pria uzur yang dikenal warga sekitar mengidap kelainan jiwa akhirnya ditemukan tewas di tepi Jalan AP Pettarani III, tepatnya samping restoran siap saji Mc' Donald, Kamis (10/7) sekira  pukul 12 siang.
Umar pertama kali ditemukan warga bernama Tuti, pedagang coto.
Informasi yang dihimpun BKM di lokasi kejadian menyebutkan, Umar pernah diobati. Namun, keluarga Umar terkesan tak mau menerima keberadaan korban.
"Almarhum pernah coba kita rawat bersama warga. Tapi beberapa kali kami coba temui keluarganya tapi mereka tidak mau akui keberadaan Umar. Almarhum tidak menentu tempat tinggalnya dan akhirnya ditemukan meninggal dunia di tepi jalan," ujar Lurah Tamamaung, Rusdin.
Jenazah Umar akhirnya bisa disemayamkan setelag salah satu perwakilan keluarga bersedia mengurus pemakamanan. Jenazah Umar akhirnya dikebumukan di pemakaman umum Sudiang sore kemarin. Dugaan sementara Umar meninggal karena sakit akibat bengkak di kakinya yang tak kunjung sembuh-sembuh. (ril/cha/B)

 
Tawuran di Manurukki, Satu Avanza Rusak
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 11 Juli 2014 01:00

MAKASSAR, BKM--Tawuran antara anak muda Jalan Manurukki Raya dengan pemuda Jalan Manurukki II, kembali pecah. Bentrokan ini mengakibatkan satu unit mobil Avanza milik Daeng Jowa DD 1455 UK rusak.
Menurut warga, tawuran antara kedua kelompok pemuda ini bermula dari kelompok anak muda dari Jalan Manurukki Raya yang datang menyerang kelompok pemuda Manurukki II yang asyik nongrong di pinggir jalan. Tidak terima dengan aksi itu, kelompok pemuda Mannuruki melakukan aksi balasan. Tak pelak, bentrokan pun pecah.
Anggota Patroli Mootor dari Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate yang turun ke lokasi kejadian langsung melakukan penyisiran dan mengejar pelaku tawuran.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasia mengatakan, tawuran antara pemuda ini diduga karena aksi balas dendam. Soalnya, pekan lalu seorang pemuda  dari Manurukki II dipanah.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Ferry Abraham menegaskan, pihaknya sudah mewanti-wanti akan menindak tegas pelaku tawuran antara kelompok. (jul/cha/C)

 
ABG Bawa Ganja Terjaring Razia
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 11 Juli 2014 01:00

MAKASSAR, BKM--Seorang Anak Baru Gede (ABG) bernama Harianto (16) warga Jalan Rajawali, Rabu (9/7) sekitar pukul 02.15 Wita terjaring razia polisi  di Jalan Nuri.
Aparat Polsek Mariso yang melakukan pemeriksaan berhasil menemukan tiga linting ganja dari tangan tersangka.
Harianto saat ditemui BKM di Polsek Mariso mengatakan, daun ganja ditemukan polisi dalam tas ransel milik AR, rekannya.
''AR yang mengajak saya pergi di Jalan Nuri. Baru tepat di depan Wisma Nuri  berboncengan sepeda motor tiba-tiba anggota Polsek Mariso yang sedang melaksanakan operasi keliling datang dan menahan kami. Saat itu, AR langsung melarikan diri,'' kata Harianto.
Kapolsek Mariso Kompol Syahrul mengatakan, meski Harianto masih di bawah umur, namun tim penyidik tetap memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
Menurut Syahrul, polisi sudah melakukan pengembangan dengan menggerebek rumah  AR. Namun, AR lebih dulu melarikan diri. (jul/cha/C)

 
ACC Desak Polda Tuntaskan Kasus Proyek Irigasi Tombolo
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 11 Juli 2014 01:00

MAKASSAR, BKM-- Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulsel,  Abdul Muthalib mendesak Polda Sulsel melimpahkan berkas penyidikan kasus korupsi proyek jaringan irigasi Tombolo di Kabupaten Pangkep ke Kejaksaan Tinggi Sulsel. Proyek ini ditaksir merugikan negara Rp 1,06 miliar.
Diketahui, Kepala BPBD Makassar, Ismunandar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek jaringan irigasi  tahun 2009 ini.
Berdasarkan amandemen kontrak, ada 8 rekanan yang mencairkan uang muka 30 persen atas proyek tersebut. Namun ada juga sebagian rekanan yang justru tidak melaksanakan pengerjaan fisik.
Kasus ini mulai mencuat atas keluarnya Laporan No LPA/1/I/2011/SPK, pada tanggal 31 Januari 2011. Ismunandar dan salah seorang stafnya, Zainuddin Nur ikut terseret dalam kasus ini.
Abdul Muthalib, demi penegakan hukum, seharusnya pihak Polda segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang ditangani agar tidak mandeg.
"Kalau memang Polda kewalahan tangani kasus ini, tidak ada salahnya kalau bekerjasama dengan Kejaksaan karena selama ini, saya melihat antara pihak polisi dan kejakasaan kadang tidak bersinergi dalam mengungkap kasus. Polda harus segera menuntaskan kasus ini,'' katanya. (mat/cha/C)

 
Saksi Ahli BNI Dinilai Tidak Objektif
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 08 Juli 2014 00:37

MAKASSAR, BKM-- Sidang lanjutan kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 46 Parepare yang menyeret mantan Pimpinan Cabang BNI 46 Parepare, Rudi Hasoloan Manurung sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (7/8) siang. Sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Muhammad Damis beranggotakan Isjuedi dan Andi Sukri Syahrir menghadirkan saksi ahli dari BNI, Erwin Dwipriana. Saat saksi hendak memberikan keterangan, Andi Sukri Syahrir selaku kuasa hukum terdakwa melayangkan keberatan. Syahrir menilai, saksi ahli tidak objektif dalam memberikan kesaksian. Apalagi yang bersangkutan adalah orang yang melakukan audit
"Alasan kami keberatan, karena kita sangat khawatir saksi tidak objektif.  Dia bisa saja mempertahankan pendapatnya.  Pasti dia membela BNI, karena dia juga auditor," ujar Syahrir.
Hasil audit BPKP dalam kasus ini menyimpulkan, pemberian kredit untuk 100 usaha tani ditemukan Rp 44 miliar jumlah kerugian negara.
Meski kuasa hukum keberatan, namun Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis memperbolehkan jaksa memeriksa Erwin.
"Jika pihak terdakwa keberatan pada saksi ahli, maka pada persidangan berikutnya, penasehat hukum terdakwa bisa mengajukan nota pembelaan atau eksepsi," tukas Muhammad Damis.
Erwin mengatakan, dana KUR ada 2 jenis, untuk perorangan serta untuk kelompok usaha. KUR perorangan diberikan kepada pemohon yang mengajukan permohonan pengajuan kredit ke  BNI secara pribadi. Biasanya pemohon langsung berurusan dengan pejabat SKC  dan jika prosedur permohonan kredit sudah sesuai, maka akan disetujui oleh BNI.
Sedangkan KUR untuk kelompok usaha dalam mengajukan surat permohonan ke BNI untuk mencairkan kredit harus disertai surat keterangan usaha dari notaris. Jika permohonan berkas pemohon sudah lengkap, maka pihak BNI kemudian melakukan survei ke notaris dan usaha kelompok usaha tersebut.
"Pencairan, untuk KUR perorangan pencairannya langsung kepada orangnya, sedangkan untuk kelompok usaha, pencairannya harus diserahkan kepada kelompok usaha. Syarat pencairan KUR, harus ada permohonan dari kelompok atau perorangan, yang menginnginkan  KUR itu untuk dicairkan. Dalam pencairan KUR ini, ada tiga yang berperan yakni analis, penyedia dan pemutus. Namun  dalam mencairkan dana ketiga orang ini tidak perlu musyawarah. Karena SOP sudah begitu. Mereka mempunyai tugas masing-masing," kata Erwin di depan hakim.
Menurut Erwin, BNI adalah BUMN, dan merupakan milik pemerintah.sedangkan sumber dana semua dari pemerintah dan masyarakat dalam hal ini adalah nasabah. Pada saat dia melakukan audit, KUR Bank BNI pada SKC Parepare belum dinilai macet , namun sudah memasuki level pertama. Berdasarkan ketentuan dari Bank Indonesia (BI) ada lima tahapan level jika kredit Bank dikategorikan macet. Kalau di BI ada levelnya, kalau sudah level 5 itu berarti pemberian kredit Bank tersebut sudah macet total berarti kredit tersebut wajib diperiksa apa penyebabnya dan bank tersebut akan diberikan sangsi administratif,'' tukas Erwin. (mat/cha/C)

 
Mulai Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya Akhir

Halaman 8 dari 26
hub 081241000553 untuk pemasangan banner