Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Makassar Kriminal
Polda Janji Tuntaskan Korupsi KUR BNI
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 04 April 2014 01:50

MAKASSAR, BKM--Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, Irjen Burhanuddin Andi berjanji akan menuntaskan penyidikan kasus korupsi dugaan kredit fiktif di BNI SKC Bulukumba.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Petrus Waine mewakili Kapolda  menegaskan, penyidik telah menjadwalkan pemanggilan serta pemeriksaan para pihak terkait kasus tersebut.
Dugaan penyimpangan KUR di BNI 46 Bulukumba masih berkaitan dengan kasus yang terjadi di  BNI 46 Parepare.
KUR yang disalurkan BNI 46 Cabang Bulukumba bertujuan untuk usaha pengembangan ubi kayu (Tapioka) senilai Rp 90 miliar untuk tiga kabupaten masing-masing Enrekang, Bulukumba dan Jeneponto. Kredit modal kerja, investasi KUR retail memiliki anggaran maksimum Rp 500 juta per debitur (petani, kelompok tani).
Namun ada debitur yang menikmati Rp 447 juta. Ada pula kredit  yang tidak sampai ke petani namun mengalir ke perusahaan penyedia sarana produksi yaitu CV Ainul Hikmah, CV Setia Kawan Sejati dan CV Surya Alam Damai.
Ketiga perusahaan ini adalah milik Dede Tasno di Jalan Gloria Office Suite, Jakarta Barat.
Dirut PT, Prima Putra Kinerja Lestari Mandiri, Dede sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi KUR ini. Perusahaan yang digunakan Dede juga digunakan untuk melakukan kontrak kerjsama dengan PTPN XIV (Persero) dalam pengadaan lahan 1.000 hektar dan pabrik tepung ubi kayu.
Dugaan penyimpangan yang diusut terkait proses kredit yang tidak normal. Permohonan kredit tanggal 3 Oktober 2011 kemudian keputusan kredit tanggal 12 Oktober 2011 berlangsung dengan tempo hanya 8 hari.
Proses pemutusan kredit dengan waktu 8 hari, dinilai suatu hal yang tidak dapat diterima logika. Soalnya, bank harus taat atas azas prudential (kehati-hatian) calon debitur yang memiliki anggota atau petani lebih 20 dua puluh orang.
Jeneponto memiliki plot luas lahan KUR 3. 000 Hektar dan Bulukumba 2.000 hektar. Kredit diputus dalam jangka waktu 8 (delapan) hari setiap calon debitur, hampir dipastikan bahwa KUR ini adalah KUR siluman serta tidak melalui proses verifikasi dengan benar dan dianalisa secara akurat. Surat persetujuan kredit diterbitkan 12 Oktober 2011. (eka/cha/B)

 
Usir Nyamuk, Rumah Ludes
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 04 April 2014 01:50

MAKASSAR,  BKM--Apes dialami Daeng  Suri warga Jalan Veteran Utara Lorong 98, Rabu (2/3) malam. Upaya mengusir nyamuk di rumahnya justru berbuah petaka. Asap anti nyamuk yang dihasilkan dari pembakaran tempat penyimpangan telur justru membakar habis isi rumahnya.
Malam sebeluk kejadian, korban membakar rak penyimpangan telur. Itu dilakukan untuk mengusir nyamuk. Setelah itu, Daeng Suri keluar rumah dan asyik bercengkrama dengan tetangga.
Dia sama sekali tak menyangka kalau bara api dari wadah yang dibakar justru mengobarkan api dan membakar seluruh isi rumah.
Bukan hanya rumah, satu unit motot milik Hendrik yang terparkir di halaman rumah juga ludes. Petugas pemadam kebakaran Kota Makassar yang tiba di  lokasi kejadian berhasil memadamkan api.
Sahrul (28), saksi mata di lokasi kejadian kepada BKM mengungkapkan, dia mengetahui rumah korban terbakar dari teriakan warga.
Dia bergegas bersama puluhan warga memadamkan kobaran api.
Kapolsek Bontoala, Kompol Nawu Thaiyeb mengatakan, kebakaran di rumah Daeng Suri akibat kecerobohan pemilik rumah. ''Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,'' katanya.  (jul/cha/C)


 
SDN Mattoanging Diberondong Batu
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 04 April 2014 01:50

MAKASSAR, BKM--Sejumlah orang tak dikenal memberondong kaca serta gedung SD Negeri Mattoanging dengan batu, Kamis (4/4). Aksi penyerangan ini terjadi saat
puluhan murid sedang mengikuti proses belajar mengajar. Akibat kejadian ini, sejumlah kaca sekolah hancur berantakan.
Sitti Khalijah,  seorang guru yang sedang mengajar mengaku kaget mendengar suara kaca pecah dan jatuh berhamburan di lantai sekolah.
Menurut Khalijah, aksi pelemparan terjadi saat menjelang pergantian mata pelajaran.
Kepala Sekolah SDN III Mattoanging, Hasminari berharap dengan adanya aksi pelemparan ini, sistem pengamanan di sekolah semakin diperketat.
''Kaca ruang Kelas I A pecah," kata Hasminari.
Anggota jaga Polsek Mariso Aipda Yasiruddin Bersama Aiptu Muh.Nurdin tak lama setelah menerima laporan langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Menurut Yasruddin, identitas pelaku pelemparan masih dalam penyelidikan.
''Kami masih mengusut identitas pelaku penyerangan. Termasuk motif pelaku. Sekecil apapun masalah keamanan yang dilaporkan masyarakat pasti akan direspon,'' katanya. (Ish/cha/C)

 
Pesta Pil Koplo, Tujuh Remaja Ditangkap
di Update oleh ronalyw   
Jumat, 04 April 2014 01:50

MAKASSAR, BKM--Tujuh remaja ditangkap aparat Polsek Manggala di sebuah rumah 
kos di Jalan Borong Raya, Lorong Mandiri. Ke tujuh remaja ini tepergok mengkonsumsi obat daftar golongan G bermerek Tramadol dan Somadril. Dari tangan para remaja ini, polisi juga menyita empat busur. Rumah kos yang digunakan pesta obat berbahaya adalah milik Nita(19).
Mereka yang diamankan polisi masing-masing Nita(19), Dodi(18), Sakir (18), Erwin(15), Nasir (16),  Zulkarnain(15) dan Randy(15). Beberapa remaja ini saat digelandang ke kantor polisi dalam kondisi mabuk.
Dodi (18) di depan polisi mengaku galau lantaran bertengkar dengan istrinya yang sedang hamil. Dari kamar Nita polisi juga menyita empat busur panah yang belum diketahui pemiliknya.
Ipda Anwar dan Ipda Lagusung yang memimpin penggerebekan mengatakan, para remaja ini semua berkilah dan tidak tahu menahu soal penemuan busur tersebut.
Saat Nita pemilik kamar dimintai keterangan, dia juga berkilah tidak tahu menahu.
Kapolsek Manggala, Kompol Akbar Setiawan SH.MH saat ditemui di ruangannya mengatakan, operasi ini dalam rangka stabilitas kamtibmas.
''Manggala saya inginkan sebagai wilayah yang bebas miras, judi, perang kelompok dan balap liar. Ini merupakan program prioritas yang menjadi targetnya menciptakan kamtibmas yang kondusif.
Menurut Akbar, tujuh remaja yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif.
''Kami akan memperoses mereka sesuai hukum yang berlaku. Untuk Dodi yang memiliki pil Koplo akan kami proses. Kami akan mengembangkan kasus ini untuk mencari tahu pengedar obat daftar G tersebut,'' tukasnya. (mat/cha/C)

 
Mantan Luran Mattoangin Blak-blakan
di Update oleh ronalyw   
Rabu, 02 April 2014 01:28

MAKASSAR, BKM-- Mantan Lurah Mattoangin, Andi Mappatoto membeberkan fakta baru dalam kasus korupsi dana santunan lahan pembangunan Celebes Convention Centre (CCC) di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (1/4).
Dihadapan majelis hakim yang diketuai M. Damis, Andi Mappatoto dengan lugas menegaskan, Surat Keputusan (SK) Panitia Pengadaan Tanah baru terbit setelah lahan tersebut bermasalah. Andi Mappatoto juga bahkan dengan lugas membeberkan, kalau panitia pengadaan lahan tidak bekerja sesuai dengan tugasnya,
''SK dan panitia yang dibentuk itu hanya formalitas,'' tukasnya.
Lebih jauh Mappatoto membeberkan, dirinya menolak menandatangani surat penerbitan obyek pajak (SPOP) yang diajukan oleh Hamid Rahim Sese untuk menerbitkan obyek pajak atau PBB di lahan bermasalah itu. Alasannya, dia ragu dan telah mendengar kabar kalau lahan CCC menuai protes dari warga.
"Hamid Rahim Sese memiliki surat P2, tapi dalam P2 tersebut tidak dijelaskan batas-batas lokasi," ujarnya.
Ditanya soal pembahasan nilai uang santunan, Mappatoto mengakui kalau dirinya hadir dalam pertemuan tersebut. Yang mengundang rapat adalah Kepala BPN Makassar, Ikhsan Saleh.
Dalam pertemuan tersebut, terjadi tawar menawar harga santunan antara Hamid Rahim Sese dengan mantan Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Sidik Salam. Akhirnya disepakati, harga Rp 57 ribu per meter. Tapi saat itu,  Camat Mariso Agus AS angkat bicara. Agus bertanya soal adanya pembebasan lahan serta pengukuran lahan tanpa sepengetahuan dirinya.
Menanggapi keterangan Mappatoto, terdakwa, Agus As sama sekali tidak membantah dan membenarkan keterangan saksi.
Diketahui, pada perkara ini, duduk dua orang terdakwa masing-masing Agus As mantan Kasus korupsi yang merugikan negara Rp 3,4 miliar ini menyeret mantan Camat Mariso, Agus As dan mantan Kepala Bappeda Sulsel, Sangkala Ruslan sebagai tersangka.
Agus ditetapkan sebagai terdakwa lantaran diduga menerima dana Rp 750 juta dari terpidana Hamid Rahim Sese.Sedangkan Sangkala Ruslan dijerat lantaran diduga  sebagai perencana proyek pembebasan lahan CCC yang belakangan bermasalah. (eka/cha/B)

 
Mulai Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya Akhir

Halaman 8 dari 32
hub 081241000553 untuk pemasangan banner