Download aplikasi launcher untuk

Berita Kota Online

Jl. Urip Sumohardjo No 20 Makassar (Gedung Graha Pena Makassar, Lantai 3) Telp. (0411) 451313, Fax. (0411) 452280

Makassar Kriminal
Saksi Ahli BNI Dinilai Tidak Objektif
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 08 Juli 2014 00:37

MAKASSAR, BKM-- Sidang lanjutan kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 46 Parepare yang menyeret mantan Pimpinan Cabang BNI 46 Parepare, Rudi Hasoloan Manurung sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (7/8) siang. Sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Muhammad Damis beranggotakan Isjuedi dan Andi Sukri Syahrir menghadirkan saksi ahli dari BNI, Erwin Dwipriana. Saat saksi hendak memberikan keterangan, Andi Sukri Syahrir selaku kuasa hukum terdakwa melayangkan keberatan. Syahrir menilai, saksi ahli tidak objektif dalam memberikan kesaksian. Apalagi yang bersangkutan adalah orang yang melakukan audit
"Alasan kami keberatan, karena kita sangat khawatir saksi tidak objektif.  Dia bisa saja mempertahankan pendapatnya.  Pasti dia membela BNI, karena dia juga auditor," ujar Syahrir.
Hasil audit BPKP dalam kasus ini menyimpulkan, pemberian kredit untuk 100 usaha tani ditemukan Rp 44 miliar jumlah kerugian negara.
Meski kuasa hukum keberatan, namun Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis memperbolehkan jaksa memeriksa Erwin.
"Jika pihak terdakwa keberatan pada saksi ahli, maka pada persidangan berikutnya, penasehat hukum terdakwa bisa mengajukan nota pembelaan atau eksepsi," tukas Muhammad Damis.
Erwin mengatakan, dana KUR ada 2 jenis, untuk perorangan serta untuk kelompok usaha. KUR perorangan diberikan kepada pemohon yang mengajukan permohonan pengajuan kredit ke  BNI secara pribadi. Biasanya pemohon langsung berurusan dengan pejabat SKC  dan jika prosedur permohonan kredit sudah sesuai, maka akan disetujui oleh BNI.
Sedangkan KUR untuk kelompok usaha dalam mengajukan surat permohonan ke BNI untuk mencairkan kredit harus disertai surat keterangan usaha dari notaris. Jika permohonan berkas pemohon sudah lengkap, maka pihak BNI kemudian melakukan survei ke notaris dan usaha kelompok usaha tersebut.
"Pencairan, untuk KUR perorangan pencairannya langsung kepada orangnya, sedangkan untuk kelompok usaha, pencairannya harus diserahkan kepada kelompok usaha. Syarat pencairan KUR, harus ada permohonan dari kelompok atau perorangan, yang menginnginkan  KUR itu untuk dicairkan. Dalam pencairan KUR ini, ada tiga yang berperan yakni analis, penyedia dan pemutus. Namun  dalam mencairkan dana ketiga orang ini tidak perlu musyawarah. Karena SOP sudah begitu. Mereka mempunyai tugas masing-masing," kata Erwin di depan hakim.
Menurut Erwin, BNI adalah BUMN, dan merupakan milik pemerintah.sedangkan sumber dana semua dari pemerintah dan masyarakat dalam hal ini adalah nasabah. Pada saat dia melakukan audit, KUR Bank BNI pada SKC Parepare belum dinilai macet , namun sudah memasuki level pertama. Berdasarkan ketentuan dari Bank Indonesia (BI) ada lima tahapan level jika kredit Bank dikategorikan macet. Kalau di BI ada levelnya, kalau sudah level 5 itu berarti pemberian kredit Bank tersebut sudah macet total berarti kredit tersebut wajib diperiksa apa penyebabnya dan bank tersebut akan diberikan sangsi administratif,'' tukas Erwin. (mat/cha/C)

 
Pakai Sabu, Cewek Mamajang Ditangkap Polisi Narkoba
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 08 Juli 2014 00:37

MAKASSAR, BKM--Anita alias Ade, cewek Jalan Veteraan Selatan, Kecamatan Mamajang,  Senin (14/7) dini hari ditangkap aparat Satuan Narkoba Polres Pelabuhan.
Wanita berparas ayu ini tak bisa berkutik ketika polisi memergokinya mengkonsumsi sabu-sabu di tempat kos Aldo, rekannya. Dari tangan tersangka, aparat berwajib menyita barang bukti satu pipet bening, satu sumbu sabu dan satu paket sisa sabu.
Tersangka di depan petugas mengaku memberi sabu seharga Rp 500 ribu per paket dari lelaki Halim, warga Kabupaten Gowa.
Tidak mau kehilangan jejak, polisi pun mendatangi rumah Halim di Gowa. Hasilnya, Halim pun berhasil diringkus saat sedang asyik memaket sabu dalam plastik bening. 
Kepala Satuan Narkoba Polres Pelabuhan, AKP Sultan Iqbal mengatakan, tersangka Anita ditangkap di rumah kos rekan prianya bernama Aldo. Keterangan Anita pun dikembangkan dan polisi berhasil meringkus pengedar barang terlarang ini.
''Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk menguber serta meringkus pengedar serta bandar sabu sabu jaringan tersangka Anita,'' tukas Sultan. (jul/cha/C)

 
Lempar Rumah Warga, 7 Siswa Diringkus
di Update oleh ronalyw   
Selasa, 08 Juli 2014 00:37

MAKASSAR, BKM--Tujuh siswa SMP dan SMA masing-masing Heri (12), Harun (15), Hadi (16), Fadel (15), Yayan (16) Alwa, Minggu (6/7) malam  ditangkap aparat Polsek Mariso. Ketujuh siswa ini digelandang ke kantor polisi lantaran memberondong sebuah rumah warga di Jalan Nuri dengan batu. Akibatnya, kaca jendela serta pintu bagian depan rumah pecah.
Anggota Polsek Mariso dan TNI dari Koramil Mariso dengan cepat turun ke lokasi kejadian. Ke tujuh siswa yang diamankan mengaku menyerang serta melempar rumah Irman dengan batu karena anak dari sang tuan rumah pernah mencaci maki mereka di depan kantor PU, Jalan Nuri.
Atas kejadian itu, ke tujuh siswa ini dendam. Puncaknya, mereka masuk ke dalam kompleks PU mencari rumah pelaku dan melemparinya.
Kapolsek Mariso, Kompol Syahrul mengatakan, beruntung polisi dengan cepat turun ke lokasi kejadian. Jika tidak, maka para pelaku berhasil melarikan diri.
''Begitu polisi datang, pelaku yang sedang melakukan aksi penyerangan serta pengrusakan langsung diringkus,'' tukasnya.  (jul/cha/C)

 
Perampok di Pondok Ruby Terekam CCTV
di Update oleh ronalyw   
Senin, 07 Juli 2014 04:34

MAKASSAR, BKM-- Hotel Pondok Ruby Inn, Jalan Boulevard disatroni dua  perampok. Pelaku yang menggunakan helm standar ini mengancam menggunakan badik. Kedua pelaku membawa kabur sebuah tas berisi Handphone Galaxi Note 3,  dompet berisi surat-surat berharga serta uang Rp 500 ribu milik salah satu tamu hotel. Kedua pelaku juga menggasak tiga BlackBerry milik karyawan hotel.
Aksi kedua perampok tersebut terbilang nekat. Soalnya, mereka beraksi sekitar pukul 05.00 dini hari saat pegawai hotel bernama Dion dan Amrul sedang asyik menonton siaran langsung piala dunia laga Belanda melawan Costa Rica.
Mendadak, dua pemuda mengenakan helm standar serta jaket warna hitam menghampiri meja resepsionis dan langsung mencari seseorang  bernama Ikhsan.Karyawan hotel awalnya menduga kedua orang tersebut adalah anggota polisi yang mungkin sedang mencari seseorang bernama Ikhsan. Namun tak lama berselang, keduanya tiba-tiba mencabut badik serta  menodong seorang tamu hotel bernama Dita. Pelaku kemudian meminta Dita menyerahkan tas miliknya. Usai menggasak barang, kedua pelaku langsung tancap gas.
Dita mengatakan, awalnya dia menggap kedua pelaku adalah polisi.Pelaku masuk dengan nada membentak. "Mana yang bernama Ikhsan? seraya menghunuskan badik. Mereka pun beraksi menjarah barang berharga. Usai beraksi, keduanya langsung melarikan diri berboncengan motor.
Anggota Reskrim Polsek Panakukang, Otnil yang tiba dilokasi kejadian langsung mengambil bukti rekaman CCTV Hotel Pondok Ruby Inn untuk mengungkap identitas kedua pelaku perampokan.
"Secepatnya kami akan ungkap identitas pelaku. Kami masih memeriksa saksi dan mengamankan rekaman CCTV hotel," katanya. (mat/cha/B)

 
Residivis Curanmor Dibekuk di SPBU
di Update oleh ronalyw   
Senin, 07 Juli 2014 04:34

MAKASSAR, BKM--Aparat Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Ujungpandang, Minggu (13/7) dini hari membekuk seorang resedivis pencurian sepeda motor (curanmor) bernama Marten di depan SPBU Jalan Veteran Selatan.
Tersangka  di depan penyidik Polsek Ujungpandang mengaku, enam bulan lalu mencuri dua unit sepeda motor di Kecamatan Ujungpadang. Marten sudah masuk keluar penjara terkait kasus curanmor.
Semua motor curian tersangka dibawa ke Palu untuk dijual dengan harga murah. Baru satu bulan pulang dari Palu dan  rencana melakukan aksi lejahatan lagi. Namun sudah keburu  ditangkap polisi dengan kasus pencurian sepeda motor.
Kapolsek Ujungpandang Kompol Trihanto Nugroho mengatakan,  tersangka sudah lama menjadi buron dalam kasus pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polsek Ujungpandang. ''Baru kali ini tersangka kami bekuk setelah kembali dari Palu. Tersangka baru sebulan di Makassar. Tersangka melakukan aksi pencurian sepeda motor lagi. Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengejar tersangka lainnya,'' katanya. (jul/cha/C)

 
Mulai Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya Akhir

Halaman 8 dari 27
Banner